Joko Solo Turun Gunung

Gemerlap jagad kicauan saat ini terasa legit,  tak urung membuat banyak orang ingin mencicipinya. Seperti Joko Solo, seorang praktisi kicauan asal Solo, Jawa Tengah, misalnya.

Dulu, Joko adalah salah satu praktisi kicauan yang namanya banyak dikenal di dunia perburungan,  baik  di lomba burung maupun penangkaran burung. Ikut menaikkan pamor burung kicauan adalah salah satu bidangnya. Namun karena banyak hal dia vakum dari dunia yang sudah dia geluti sejak kecil ini.

Kini dia tengah melirik lagi legitnya  ceruk pasar perburungan itu. “Sebenarnya saya ingin terjun lagi beberapa bulan lalu. Tapi karena wabah corona, saya harus menunda sejenak keinginan saya itu. Kini sepertinya keadaan sudah mulai membaik. Jasa pengiriman satu persatu juga sudah mulai dibuka. Saya tak ingin ketinggalan moment ini lagi,” ujarnya mantap.

Joko menyadari bila keadaan sekarang lain dengan dulu. Untuk itu ia akan berusaha beradaptasi. “Sekarang ini pesaingnya banyak, tapi itu justru menjadi motivasi buat saya,” tandasnya. Selain itu, ia juga harus membangun lagi kepercayaan yang dulu dia pernah dapatkan. “Kepercayaan itu mahal harganya,” tambahnya.

Joko pun bergerak cepat, kolega-koleganya dulu dia hubungi lagi. “Ada yang masih aktif tapi ada pula yang vakum. Yang vakum coba saya dorong lagi agar ikut meramaikan perburungan sekarang ini,” ujarnya. Joko juga berencana mendatangkan murai murai dari Lahat atau Murai Batu Medan. “Saya punya banyak kolega disana, sebentar lagi bakal saya boyong lagi ke Jawa,” ungkap Joko. yon

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here