Connect with us

Profil

Jelang Turun di Jogja Vaganza: Kenari Distroyer Mr. Fadjar Soebagio Moncer di Mahayastra Cup

KONBUR Tayang

:

fa

Bukan Mr. Fadjar Soebagio namanya kalau tidak mampu mengorbitkan secara periodik gaco-gaco kenari ke arena lomba. Seperti di perhelatan Mahayastra Cup, Minggu 10 Februari 2019 kemarin di lapangan Astina Gianyar, kenari Distroyer berhasil memetik satu kemenangan di kelas Astina. ‘’Kami menurunkan beberapa gaco di sini untuk pemanasan jelang berangkat menuju Jogja Vaganza,’’ terang Mr. Fadjar Soebagio.

fa
DISTROYER: Sesaat mendapat Koncer A dari Dewan Juri

Ternyata Distroyer yang baru ditake over dari pemain kenari di Jawa masih dilirik oleh juri. Bukan karena sangkar, tetapi memang karena kerja Distroyer yang super edan. Satu titik di tangkringan, Distroyer piawai memainkan lagu-lagu dengan miji-miji berdurasi yang cukup panjang mencapai dua menitan bahkan lebih.

Yang unik dari Distroyer adalah ketika didatangi juri. Distroyer akan lebih agresif mengayunkan kepalanya seolah menunjukkan kerjanya kepada juri yang lewat. Tidak saja fasih memainkan lagu-lagu standar yang cepat berganti juga diselingi dengan cengkokan-cengkokannya yang ciamik membuat irama lagu menjadi lebih menarik dan unik.

fa
PEMANASAN: Dapat Oleh-Oleh dari Mahayastra Cup

Selain memanaskan Distroyer, pasukan 007 ini juga mencoba melatih Bintang Timur di kelas punglor merah yang menyabet posisi ketiga kelas utama Mahayastra.  Ada juga kenari Cinta Janda yang masuk di posisi ke delapan kelas pucuk bang.

Bintang Timur yang mendapat ibahan dari ketua PBI Jember Abah Parto, juga sempat juara III final punglor merah di piala Pakde Karwo, juara pertama di Valentine Jogja dan juara 2 toust di Piala Raja. Bintang Timur akan didampingi Punk Rock yang juga sempat berprestasi di Bali Santi juara 1, Giri Prastha juara 2 dan di Paku Alam juara 1 anis merah.

Baik Bintang Timur maupun Punk Rock, sama-sama punya teller semi doyong yang begitu neken-neken ketika sampai di ujung. Dengan membawakan lagu yang kasar-kasar rapat penuh tenaga, Bintang Timur dan Punk Rock begitu mencolok ketika di arena.  *kb3

Baca Juga  Kenari Leopard Batukaru Team di Semarak Tabanan Akhir Tahun: Raih Prestasi Melalui Salam Guyub Rukun

Profil

Squad 215 BC Jakarta: Eksis Di Lomba dan Breeding Murai Batu Trah Juara, Produknya Banyak Diminati

Published

on

Squad 215 BC Jakarta

Squad 215 BC merupakan tim yang eksis di lapangan lomba dan sukses menangkar burung (breeding) murai batu trah jura. Karena kualitas materi indukan, produk hasil penangkarannyapun juga paling diminati.

Squad 215 BC Jakarta
Mr.Nunung bersama kru Squad

Menariknya, anggota tim yang digawangi Mr.Nunung yang tergabung di sini bukan hanya sebatas kicaumania di Jabodetabek, tapi se-Nusantara  dari berbagai kota. Dari mulai Bandung, Kuningan, Indramayu, Cirebon, Serang, Pandeglang, Lampung, Padang, Klaten, Ponorogo, Surabaya, Malang, hingga Kalimantan, Lombok dan Pangkal Pinang.“Anggota tim kami hampir semua kota, pokoknya seluruh Indonesia,” ungkap Nunung.

Squad 215 BC Jakarta
Sukana SKN BF Indramayu

Pada intinya dengan terbentuknya tim Squad 215 BC semua anggota sambil sama-sama saling belajar yang berkaitan dengan hobi burung khususnya bidang lomba dan penangkaran. “Dengan terbentuknya tim ini  setiap ada masalah apapun seputar burung kita selesaikan bersama,” ujarnya lagi.

Squad 215 BC Jakarta
Kapten Romi Sitorus brreding mutai batu

Dari sejumlah  anggotanya, menurut Mr.Nunung sebagian diantaranya juga breeder. Mereka peternak beragam jenis burung, khususnya murai batu. Setidaknya ada beberapa penangkar yang terbilang sukses di tim yang tersebar di luar kota, selain Nunung sendiri juga ada SKN Jibril milik Sukana Indramayu, breeder lainnya ada Romi Sitorus di Pangkal Pinang dan Surabaya, dan Mr Vhen di  Lombok yang khusus menangkar murai batu ekor panjang.

Squad 215 BC Jakarta
Mr.Vhen angota Squad Lombok ternak murai ekor panjang

Itu hanya sebagian contoh peternak yang tergabung di Squad 215 BC, masih ada puluhan anggota tim ini yang juga sudah berhasil menangkar, mulai dari peternak kecil hingga besar. “Lewat hobi burung ini kami bersatu di Squad BC,” jelas dia.

Mr.Nurung sendiri kini sudah lebih dari 2  tahun mengembangkan 6 pasang indukan murai batu trah juara, semuanya produksi. Tidak banyak memang, baginya yang penting berkualitas, bukan kuantitasnya.  Pemilik murai batu jawara ekor hitam bernama Black Jack ini semakin terus berupaya meningkatkan kualitas indukan penangkarannya.

Baca Juga  Murni Tanpa Teriak di CKG-IGNS Cup 2019 Legian Kuta: BSF dan Duta Boss Juara Umum, 6 Burung Terbaik Lolos Tanpa Godaan
Squad 215 BC Jakarta
Anakna trotolan produk Mr.Nuurng

Burung-burung jawara koleksinya sebagian sudah masuk kandang ternak dan semuanya produksi. Satu lagi calon indukan pejantan hebat yang bakal menempati kandang ternaknya dikediamannya kawasan Pondok Ranggon Jakarta Timur ini. Adalah Rodeo murai batu segudang prestasi yang baru saja ditake-overnya belum lama ini. Bahkan burung ini dikenal sebagai jawara lintas EO. Karena sering menjuarai lomba berskala nasional diberbagai even organiser.

Squad 215 BC Jakarta
Pasangan indukan ekor panjang

Dan kelak, rencana besarnya Mr.Nunung bakal menyiapkan murai batu Black Jack untuk diternakan dan siap menghuni kandang ternaknya. “Semenara ini ya buat mainan dulu ke  lapangan,” pungkas dia,

Menurut dia, sudah banyak kalangan kicau mania maupun para koleganya dihobi burung yang meminati produk-produk  anakan Squad BC ini. Harga trotolan relatif tergantung materi indukan dari yang termurah Rp 5 juta hingga Rp 15 juta/ekor. Bagi kicaumania yang  berminat, bisa kontak langsung menghubungi Mr.Nunung di kediamannya Pondok Ranggon, Jakarta Timur, WA 081314790566. *kb4.

Lanjutkan Membaca

Profil

Apri Koboi BF Sangatta, Ternakan Sudah Beredar Di Berbagai Daerah

Published

on

By

Keuletan Apri Eko salah satu tokoh muda Koboi BC Sangatta untuk terus ikut berpartisipasai meramaikan kicau mania di Kutai Timur patut mendapatkan apresiasi tinggi. Selain aktif berlomba ternyata sang empunya juga bertangan dingin dan ternyata sejak tahun 2014 silam sudah mempunyai ternakan love bird kualitas dengan Ring Apri Koboi BF.

Untuk jenis yang ada Apri fokus dengan indukan dengan durasi ngekeknya panjang bermaterikan biola, parblue dan lainnya. Jumlah indukan yang ada di kandang Apri Koboi BF sekitar 27 pasang dengan sistim koloni dan bok. Dengan kesibukan Apri pada kerjaaannya di Tambang Batu Bara untuk mengurus ternakan dibantu oleh istri tercinta.    

“Sementara kandang kita manfaatkan sisi rumah yang masih kosong mas, nanti kalau semakin berkembang kita sesuaikan tempatnya,” terang Apri.

Luar biasanya meski ternakan Apri Koboi BF ada di Sangatta, salah satu kota di ujung Kalimantan Timur yang masuk kedalam mamun masalah hasil ternakan tidak bisa dipandang sebelah mata karena hasilnya yang sudah berprestasi sudah sampai kemana – mana. Seperti Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Jogja bahkan sampai di Makassar Sulawesi Selatan.

“Kebetulan banyak teman – teman dan relasi yang ingin mencoba hasil ternakan saya dan Alhamdulillah rata – rata sudah prestasi didaerahnya masing – masing,” pungkasnya. *Kb5

Baca Juga  Murni Tanpa Teriak di CKG-IGNS Cup 2019 Legian Kuta: BSF dan Duta Boss Juara Umum, 6 Burung Terbaik Lolos Tanpa Godaan
Lanjutkan Membaca

Profil

H. Utay Opec SF Anggana Kukar Berkibar Bersama Jengkar

Published

on

By

Satu lagi kicaumania pendatang baru bisa mengukir prestasi diluar kandang. H. Utay Opec SF Anggana Raya Kutai Kartanegara mampu berbicara banyak bersama besutan murai borneo andalannya Jengkar dengan merebut predikat terbaik koncer juara 3,1,2,3,1 pada lomba Regional Brotherhood Cup 2 Sangatta Kutim (17/2). “Alhamdulillah mas, Jengkar selesai mabung bisa main bongkar dengan tonjolan kapas tembak sambung roll speed nya black throat, serindit sama love bird,” jelasnya.  

H. Utay Opec SF sendiri baru aktif ke lapangan selama dua tahunan terakhir untuk mengibarkan nama single fighternya.  Dan rencana kedepannya siap bersilaturahmi ke gantangan – gantangan se-Kaltim. “Kalau aktif ke lapangan baru dua tahun ini, tetapi sudah pelihara burung selama tujuh tahunan lalu. Intinya saya main burung ingin jalin silaturahmi sesama kicaumania se-Kaltim untuk mencari saudara target kedekat kita siap main di Permata Cup Balikpapan 10 Maret mendatang,” tambah Bos pengusaha lokal tersebut.  

Untuk rawatan Jengkar menurut Anton Tante Lisa juru raciknya sangat enak dengan menu harian jangkrik saja 3×3, mandi sore, main embun pagi dan tidak dijemur sampai hari H. menjelang lomba.  “Intinya rawatan Jengkar sangat enak mas, tidak ada yang istimewa lah,” tutup Anton. *kb5

Baca Juga  Kenari Leopard Batukaru Team di Semarak Tabanan Akhir Tahun: Raih Prestasi Melalui Salam Guyub Rukun
Lanjutkan Membaca