Jelang BALAI KAMBANG KUMANDANG 4#, Solo – Tak Ada Jarak Antara Juri Dan Peserta

Wawan juri PBI Solo, kemasan Balaikambang Kumandang dekatkan peserta dengan juri

Kontesburung.com – Masih tanggal 24 November nanti, tapi gaung lomba bertajuk BALAI KAMBANG KUMANDANG 4# sudah bergema dimana-mana. Apa sih yang menarik dari kontes ini?

Kelas Balaikambang menjadi kelas yang paling ditunggu dalam event ini. Sebab pertarungan di kelas dengan tiket 500 ribu dan hadiah 7,5 juta ini bakal menyuguhkan sesuatu yang lain dari pada yang lain.

Ya, panitia akan menyediakan kursi bagi pemilik burung. Satu orang satu burung. Peserta duduk didekat gantangan, tanpa teriak, tanpa lambaian tangan dan tanpa suitan. Jika peserta melanggar maka panitia akan mengeluarkannya.

“Peserta bisa membandingkan sendiri burung jagoan mereka dengan jagoan peserta lain. Selain itu kinerja juri juga bisa mereka pantau secara langsung. Dengan begitu mereka betul-betul tahu persis burung mana yang layak jadi juara tanpa takut dengan istilah dikerjain juri,” kata Wawan, juri PBI Solo.

Wawan menambahkan bahwa, disini, juri dengan peserta bisa dikatakan tidak ada jarak. Dia pun mengakui bahwa peserta sekarang sudah pinter-pinter. Perbedaannya, juri terlibat langsung dibawahnya sedangkan peserta berada agak jauh.

Kenapa hanya 36 gantangan saja?Wawan mengatakan bahwa dengan jumlah seperti itu juri bekerja lebih fokus dan keputusan yang diambil tentu lebih akurat. “Kita ingin lomba PBI itu fairplay, bermartabat dan berintegritas sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh ketua umum PBI. Jadi burung-burung berkualitaslah yang layak jadi juara, ” tambah Wawan. Intinya, panitia ingin pemilik burung benar-benar nyaman dan puas.

Dibukanya kelas ini mulai mendapat tanggapan. Kicau mania dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Lombok menganggap inovasi seperti ini perlu supaya ada titik temu antara juri dan peserta. “Selama ini juri kan sering dipojokan. Dengan adanya kelas ini kita sama-sama belajar. Juri belajar, peserta pun juga belajar, ” kata Wawan.

Sebagai catatan, kelas Balai kambang ini mempertandingkan 2 kelas yakni murai baru dan cucak hijau. Selain itu, pemenang hanya diambil 5 saja.

Dan up date informasi hingga saat ini, untuk kelas murai baru, 36 gantangan itu sekarang sudah habis. Bahkan, ada sebanyak 20 burung yang masuk daftar tunggu. Uniknya, tiap hari pesanan itu terus mengalir deras. Begitu juga dengan kelas cucak hijau, pesanan tiap hari mengalir deras, meskipun belum sampai daftar tunggu. “Boleh dikata sudah lebih dari jumlah gantangan terpesan, ” urai Wawan.

Untuk itu panitia memberikan toleransi 2×24 jam agar segera ditransfer, jika tidak otomatis gugur.

Ya, maaf itu karena keterlambatan mereka mendaftar. Kita tidak membeda-bedakan peserta, ” imbuhnya.

Beberapa peserta memang mengusulkan agar kelas ini ditambah tapi kendala ada pada trofi. Tropi yang dibuat secara eksklusif oleh pengrajin dari Boyolali ini harus dipesan 1 bulan lebih dahulu. “Itulah kenapa penambahan kelas itu sulit direalisasikan, ” kata Wawan.

Nah, jadi tunggu apa lagi. Ayo kicau mania, buktikan bahwa kamu adalah jagoan yang siap menang dan siap kalah tanpa harus mengumpat dibelakang karena merasa dikerjain juri. Salam hangat. (yon)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here