Connect with us

Profil

Jagakarsa Team Jakarta, 15 Tahun Eksis Dikomunitas Burung Kicauan Nasional

KONBUR Tayang

:

Jagakarsa Team Jakarta
Jagakarsa Team Solid dan Kompak

Tidak terasa sudah lebih dari lima belas tahun Jagakarsa Team hadir ditengah kicaumania Jabodetabek. Tim yang kini diasuh Bambang Baguna menjadi salah satu komunitas kicaumania paling eksis  bertahan hingga saat ini.

Menjaga kekompakan sesama anggota maupun pengurus untuk menjadi sebuah tim yang solid memang tidaklah mudah. Dibentuk tahun 2004 silam silih berganti kepengurusannya, mereka tetap menjadi satu kesatuan.

Jagakarsa Team Jakarta
Bambang Baguna

Awalnya, tim ini dibentuk karena domisili kicaumania tersebut berada di seputaran Jagakarsa, namun seiring perkembangan banyak kicaumania dari luar wilayah tersebut bergabung di dalamnya.

Sampai saat ini tim yang sekreteriatnya beralamat di Jl Lapangan Merah 63 C, Srengseng Sawah Jakarta Selatan ini berisi lebih 60an anggota yang ada di dalamnya. Memang tidak semua jumlah tersebut aktif, namun dari sejumlah itu sebagian besar aktif dipertemuan rutin dalam bentuk arisan sebulan sekali.

Ya lewat pertemuan dalam bentuk arisan ini mereka bisa menjaga persatuannya, komunikasi satu sama lain perihal informasi seputar burung menjadi salah satunya.   Selain mengadakan pertemuan arisan rutin setiap bulannya, dalam waktu berkala juga kumpul bareng di lapangan .

Dulu mereka sukses menggelar even-even berskala nasional, kini untuk berkumpul sesama anggota mereka biasanya cukup bekerjasama dengan even organiser yang ada diseputar Jakarta Selatan, membuka satu kelas murai batu Jagakarsa. Kelas khusus ini  hanya diperuntukan bagi anggota Jagakarsa Team.  “Tujuannya selain silaturahmi anggota juga turut meramaikan even organiser tersebut,” terangnya.

Jagakarsa Team Jakarta

Khusus jenis murai batu karena sebagian besar anggota tim ini sejak awal berdiri lebih dominan main dijenis murai batu. Bahkan beberapa diantaranya sudah banyak yang sukses sebagai breeder, salah satunya Bambang Baguna yang selama ini dikenal sebagai pencetak anakan murai batu hebat dari hasil penangkarannya.

Keberadaan Jagakarsa Team hingga belasan tahun, namun demikian bukan berarti selama perjalananya selalu mulus, gesekan kecil sempat terjadi kerap mewarnai sesama anggta namun  itu semua bisa diantasipasi dengan cara silaturahmi. “Tapi Alhamdulillah, sekarang kami kumpul kembali, dan tetap kompak” lanjut Bambang.

Bambang Baguna memang didaulat kembali untuk yang kedua kalinya memimpin Jagakarsa Team untuk mengumpulkan  sebagian kecil anggotanya yang tercerai berai. Kini mereka kembali bersatu. *kb4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Duta BTD Cup Juara Umum Single Fighter di Bagoes Masceti Cup I: Siap Gelar Lomba Minggu, 19 Mei Mendatang

Published

on

btd
DUTA BTD CUP: Juara Umum SF di Bagoes Cup, Siap Gelar Lomba 26 Mei Mendatang

Duta BTD (Bali Teknik Disain) Cup yang turun di event Bagoes Cup I, Minggu 5 Mei 2019 kemarin di gantangan Bagoes Masceti Gianyar Bali tampil sukses meraih juara umum single fighter. Dikawal langsung Amar Pandawa, Duta BTD mengantarkan beberapa gaco moncer di kelasnya masing-masing. Di antaranya SJ 99 milik Komang Agus yang moncer di kelas murai batu dan kenari Semeriwing milik Mr. Fajar yang mendominasi kelas kenari. Dukungan juga datang dari para pemain yang siap mendukung gelaran BTD Cup. ‘’Kami turun di Bagoes Cup hanya ingin bersilaturahmi, ikut meramaikan gelaran rekan-rekan kicau mania di Gianyar,’’ terang Amar Pandawa.

btd
SJ99: Raih Runner Up di Kelas Murai Batu

Duta BTD, kata Amar yang diamini Han’s Fery yang ikut mengawal SJ 99 dan juga kenari Semeriwing, hadir di tengah-tengah arena juga sekaligus ingin mengenalkan kepada public kicau mania Bali bahwa BTD Cup I akan digelar Minggu, 19 Mei 2019 mendatang yang rencananya digeber di gantangan Puri Agung Glogor Denpasar.

btd
SEMERIWING: Sumbang Poin Antarkan Duta BTD Cup Juara Umum SF

BTD Cup yang bakal digelar special ini, tidak saja banjir bonus buat para juara, juga hadiah tanpa potongan berapa pun peserta serta ada boom doorprize yang siap memanjakan pemain yang belum beruntung gacoannya di lapangan. ‘’Sebelum menuju BTD Cup, kami akan memanaskan di ajang Kamis guyub rukun yang akan digeber setiap Kamis sore di GPAG,’’ lanjut Amar Pandawa. *kb3

Lanjutkan Membaca

Profil

Rahasia Bendol 19 di Tangan Rawatan Edy Ujar: Selama 3,5 Tahun Tetap Eksis di Arena

Published

on

ben
EDY UJAR: Dirawat Spesial Bendol 19 Bertahan 3,5 Tahun di Arena

Jarang menemukan gaco yang sanggup bertahan lebih dari 3 tahun selalu menorehkan prestasi di arena. Baik di ajang latber, latpres dan cup, Bendol 19 yang diasuh Edy Ujar selalu mengais rejeki di lapangan. Tidak saja di dalam kota, tetapi juga antar kota dan bahkan antar propinsi atau pulau. Bendol 19 seringkali diajak jalan-jalan ke Lombok dan Jawa dengan membawa hasil dan mengharumkan nama Bali.

ben
BENDOL 19: Sukses di Bagoes Cup I Lanjut ke Piala Puri Agung Denpasar

Bisa bertahan selama itu tentu bukan perkara mudah. Jika gaco-gaco lain begitu cepat mengorbit tetapi seiring waktu juga cepat tenggelam, berbeda dengan Bendol 19. Sudah tidak terhitung juara pertama yang diraih, sudah ratusan dan juga seringkali dinobatkan sebagai love bird terbaik.

Apa yang membuat Bendol 19 tetap bertahan di usianya yang sudah 3,5 tahun, Edy Ujar mengaku karena perawatannya yang terbaik. Dari persoalan pilihan pakan, mandi, jemur, pengembunan hingga penyimpanan di rumah. Semua dilakukan secara konsisten dan alamiah. Namun persoalan strategi di lapangan juga penting. Perlakuan sesaat akan digantang, jelang naik hingga pilihan lokasi nomor gantangan. Pasalnya Bendol 19 memiliki karakter khusus yang jika merasa kurang nyaman maka akan sulit kerja. ‘’Hubungan batin perawat dengan burung juga tetap terjaga. Burung saja bisa ngambek,’’ terang Edy.

ben
BENDOL 19: Sempat Tertinggal, Akhirnya Nyalip di Tikungan

Seperti hasil Minggu 5 Mei 2019 kemarin, ketika turun di ajang Bagoes Cup I bersama juri Radjawali di gantangan Bagoes Masceti Gianyar Bali, Bendol 19  lagi-lagi menorehkan tinta emas dengan menyabet predikat love bird terbaik. Bendol 19 berhasil mencatatkan sebagai juara 2 di leg kedua. Namun turun di laga ketiga Bendol 19 langsung menyodok ke puncak kemudian kembali sebagai runner up laga keempat dan di kelas pamungkas Bendol 19 kembali menduduki podium utama. Dengan hasil 2, 1, 2 dan 1, Bendol 19 dinobatkan sebagai love bird terbaik.

Setelah menerima trofi burung terbaik, Edy Ujar masih berkesempatan mengajak Bendol 19 jalan-jalan di event Piala Puri Agung Denpasar dengan juri Oriq Jaya di Jaba Pura Puri Agung Denpasar.

Sepekan sebelumnya, Bendol 19 sempat juga diajak ngluruk Royal Cup Probolinggo dengan juri BnR. Main 9 kelas, Bendol 19 mendapat predikat love bird terbaik. Bendol 19 sempat 8 kali mocer yakni juara 1,1,2,3,3,4,4, dan BOB. ‘’Akhirnya terbayarkan setelah perjalanan sangat melelahkan dari Probolinggo, Masceti Gianyar kemudian langsung ke Pasar Burung Satria,’’ ujar Edy Ujar. *kb3

Lanjutkan Membaca

Profil

Tampil Tenang dan Ngalun: Selebritis Mr. Purwa Sabet Kenari Terbaik di Piala Puri Agung Denpasar IV

Published

on

pur
SELEBRITIS: Tampil Stabil diPiala Puri Agung Denpasar, Selebritis Raih Kenari Terbaik

Setelah sempat moncer di Piala Bupati Klungkung empat hari sebelumnya, kenari Selebritis kembali menunjukkan kualitasnya di event Piala Puri Agung Denpasar, Minggu 5 Mei 2019 di Jaba Pura Puri Agung Denpasar. Turun di tiga kelas Selebritis sempat menyabet posisi keempat laga pertama, kemudian menyodok ke posisi puncak leg kedua dan sempat duduk di tangga ketiga laga ketiga.

Dengan tampil stabil dari tiga kelas yang diikutinya, Selebritis ditetapkan sebagai kenari terbaik. Bukan perkara mudah untuk bisa bersaing di tengah tampilnya gaco-gaco papan atas Bali. Selebritis tampil memukau di gelaran ini tidak terlepas dari keunggulan gaco yang baru sepekan ditake over dari tangan Mr. Gothem dengan harga yang fantastis.

se
SELEBRITIS: Enak Didengar dan Sedap Dilihat

Selebritis memiliki keunggulan durasi lagu yang super panjang dengan pembawaan lagu yang tenang dan ngalun ketika  di lapangan. Bukan hanya irama lagunya yang ciamik, juga Selebritis terlihat indah dengan ekor yang ngawet panjang dan goyang. Apalagi ketika juri menghampiri maka penampilannya akan semakin indah.

Mr. Purwa yang mengawal langsung Selebritis menandaskan Selebritis sangat simple yakni enak didengar dan enak dilihat. Bukan sekedar piawai memainkan lagu-lagu yang indah didengar tetapi juga sedap dipandang karena gayanya seperti sebuah tarian eksotik. Bak sebuah karya seni yang unsur-sunsur keindahannya semua ada di Selebritis.

se
SELEBRITIS: Sempat Moncer di Piala Bupati Klungkung

‘’Semoga Selebritis selalu tampil apik dan stabil ke depannya sehingga mampu membawa nama Bali di kancah nasional seperti kenari-kenari saya terdahulu,’’ ujar Mr. Purwo berharap. *kb3

Lanjutkan Membaca