{"id":35114,"date":"2019-03-14T08:14:31","date_gmt":"2019-03-14T01:14:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114"},"modified":"2019-03-14T08:16:56","modified_gmt":"2019-03-14T01:16:56","slug":"harjono-utojo-pasuruan-kini-mencetak-perkutut-unggul-menjadi-lebih-praktis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114","title":{"rendered":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis"},"content":{"rendered":"\n<p> Di tangan Harjono Utojo, beternak perkutut menjadi lebih mudah dan praktis. Meski demikian, anakan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan bukti banyak yang jadi juara. <\/p>\n\n\n\n<p>Beternak perkutut pada prinsipnya tidak serumit beternak burung ocean macam kacer, murai batu, kenari atau pun love bird. Setidaknya hal ini dibenarkan Harjono Utojo, selaku peternak perkutut \u201ckawakan\u201d asal Pasuruan Jawa Timur. Menurutnya, beternak perkutut tidak membutuhakan berbagai macam tahapan baku, trik, pakan khusus dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-2-Only-BF-Pasuruan.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-2-Only-BF-Pasuruan.jpg\" alt=\"Only BF Pasuruan\" class=\"wp-image-35116\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-2-Only-BF-Pasuruan.jpg 737w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-2-Only-BF-Pasuruan-696x422.jpg 696w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-2-Only-BF-Pasuruan-692x420.jpg 692w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/a><figcaption>Ditemani istri tercinta selama menekuni ternak perkutut.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cYang\npenting, kita mengetahui betul karakter perkutut yang diternakkan termasuk\nkesukaan-kesuakaannya, maka kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan\nkarakter&nbsp; itu terutama selama proses\npenjodohan,\u201d kata Harjono Utojo kepada <strong>Kontes\nBurung<\/strong> di, farmnya Jl Sultan Agung No 38 Kota Pasuruan beberapa waktu lalu.\n&nbsp;Hanya dengan begitu, kata ia, sepasang\nperkutut akan mudah berjodoh untuk kemudian melahirkan generasi-generasinya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190223-WA0029-1.jpg\"><img decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"228\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190223-WA0029-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34813\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190223-WA0029-1.jpg 850w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190223-WA0029-1-768x206.jpg 768w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190223-WA0029-1-696x187.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cJadi nggak sulitlah. Saya bergelut dengan peternakan perkutut ini sejak tahun 1998 hingga sekarang. Kuncinya ya itu tadi, mengetahui karakter sepasang perkutut yang dijodohkan,\u201d tandas pria yang akrab disapa H. Ony itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana sih prisinsip beternak perkutut yang dilakukan H. Ony? Selidik punya selidik, calon indukan yang akan dijodohkan ternyata tidak harus berumur matang alias sudah birahi. \u201cIdealnya, saya menggunakan calon indukan jantan maupun betina yang sudah berumur 2-3 bulan. Jadi tidak harus berumur lebih dari 6-7 bulan atau bahkan lebih dari 1 tahun,\u201d papar H. Ony&nbsp; sembari berkelekar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-3-Only-BF-Pasuruan.jpg\"><img decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-3-Only-BF-Pasuruan.jpg\" alt=\"Only BF Pasuruan\" class=\"wp-image-35117\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-3-Only-BF-Pasuruan.jpg 737w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-3-Only-BF-Pasuruan-696x422.jpg 696w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-3-Only-BF-Pasuruan-692x420.jpg 692w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/a><figcaption>Induk betina bertelur.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Meski\ncalon indukan berumur belia, tapi membuat sepasang perkutut itu berjodoh lebih\nawal. Hal ini dikarenakan keduanya saling mengenal agak lebih lama sehingga\nketika birahi, langsung keduanya cocok seraya melakukan perkawinan,\u201d terangnya\nberanalisis.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika\ndijodohkan di dalam kandang, H. Ony juga serta merta memberikan pakan seperti\npada umumnya pada perkutut. \u201cPakan yang saya berikikan merupakan pakan umum\nperkutut yang tentu di dalamnya mengandung gizi dan zat mineral yang tinggi,\u201d\npaparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pakan\nyang dimaksudkan berupa oplosan antara millet merah, canary seed, jewawut dan\ngabah padi. Awalnya seluruh bahan pakan ini disiapkan dalam porsi yang sama\n(perbandingan 1:1:1:1). Kemudian dicampur jadi satu dalam satu wadah hingga\nbenar-benar homogen. Seteah itu, pakan diberikan pada unit-unit kandang yang di\ndalamnya terdapat sepasang perkutut yang dijodohkan. Tidak lupa, di setiap\nkandang juga disajikan air minum bersih di wadah terpisah. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"884\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34812\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1.jpg 850w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1-768x799.jpg 768w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1-696x724.jpg 696w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190226-WA0094-1-404x420.jpg 404w\" sizes=\"(max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemberian pakan semacam ini dilakukan hampir setiap hari. Bahkan ketika pakan di wadah sudah habis, maka H. Ony memberikannya lagi. Demikian pula air minum yang selalu diganti setiap pagi dan sore.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai\npakan tambahan, di dalam kandang juga diberikan tulang ikan sotong sebagai\nasinan. Menurutnya, tulang ikan sotong mengandung banyak zat calsium yang\nsangat berfungsi untuk meningkatkan kualitas cangkang telur. <\/p>\n\n\n\n<p>Hanya\ndengan pakan begitu saja, sepasang perkutut akan cepat melakukan perkawinan\nketika birahnya datang. \u201cJadi tidak sampai terjadi pertengkaran hebat antara\njantan dan betina yang dijodohkan karena sudah mengenal lebih awal,\u201d papar H.\nOny.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>S<\/strong><strong>AAT TELUR MENETAS<\/strong><strong> PEJANTAN TANPA DIISOLASI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika perkutut betina bertelur, induk jantan dibiarkan di dalam kandang breeding. Demikian pula ketika anakan sudah menetas, induk jantan tetap dipertahankan di dalamnya. Pejantan malah turut berperan dalam membesarkan anak-anaknya karena juga berupaya melolohkan pakan pada si anaknya atau dalam artian ia bergantian dengan induk betina untuk melolohkan pakan pada anaknya. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-4-Only-BF-Pasuruan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-4-Only-BF-Pasuruan.jpg\" alt=\"Only BF Pasuruan\" class=\"wp-image-35118\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-4-Only-BF-Pasuruan.jpg 737w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-4-Only-BF-Pasuruan-696x422.jpg 696w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-4-Only-BF-Pasuruan-692x420.jpg 692w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/a><figcaption>Induk jantan tetap di dalam kandang breeding.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jikalau piyik perkutut sudah umur 1,5 bulan di dalam kandang breeding, baru ada langkah pemindahan. \u201cSaat itu kami memindahkan piyik-piyik itu di tempat isolasi atau kandang khusus anakan ya. Dalam satu unit kandang yang berukuran 1 x 1 x 1.5 m, bisa diisi 10 &#8211; 15 anakan perkutut,\u201d jelas H.Ony sembari menunjuk kandang anakan yang dimaksudkan. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-5-Only-BF-Pasuruan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-5-Only-BF-Pasuruan.jpg\" alt=\"Only BF Pasuruan\" class=\"wp-image-35119\" srcset=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-5-Only-BF-Pasuruan.jpg 737w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-5-Only-BF-Pasuruan-696x422.jpg 696w, https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-5-Only-BF-Pasuruan-692x420.jpg 692w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/a><figcaption>kandang isolasi yang berisi khusus anakan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sampai kapan anakan berada di kandang isolasi itu? Selidik punya selidik, tergantung kondisi. \u201cKalau dipinang orang, ya kita lepas pada orang tersebut. Kalau akan diternakkan lagi, maka umur 2-3 bulan siap-siap dimasukkan ke dalam kandang breeding,\u201d terang H. Ony. Tapi dalam kenyataannya, seluruh anakan yang berada di kandang isolasi, \u201cludes\u201d terjual alias dipinang para penghobi dari berbagai kota di Indonesia.  <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tangan Harjono Utojo, beternak perkutut menjadi lebih mudah dan praktis. Meski demikian, anakan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan bukti banyak yang jadi juara. Beternak perkutut pada prinsipnya tidak serumit beternak burung ocean macam kacer, murai batu, kenari atau pun love bird. Setidaknya hal ini dibenarkan Harjono Utojo, selaku peternak perkutut \u201ckawakan\u201d asal Pasuruan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[182],"tags":[4898,4897,3347],"class_list":["post-35114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perkutut","tag-mencetak-perkutut-unggul-lebih-praktis","tag-only-bf-pasuruan","tag-perkutut-pasuruan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tangan Harjono Utojo, beternak perkutut menjadi lebih mudah dan praktis. Meski demikian, anakan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan bukti banyak yang jadi juara. Beternak perkutut pada prinsipnya tidak serumit beternak burung ocean macam kacer, murai batu, kenari atau pun love bird. Setidaknya hal ini dibenarkan Harjono Utojo, selaku peternak perkutut \u201ckawakan\u201d asal Pasuruan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-14T01:14:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-03-14T01:16:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"737\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"447\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/876a956917ee3433e8801a9c97ef1642\"},\"headline\":\"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis\",\"datePublished\":\"2019-03-14T01:14:31+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-14T01:16:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\"},\"wordCount\":645,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg\",\"keywords\":[\"Mencetak Perkutut Unggul Lebih Praktis\",\"Only BF Pasuruan\",\"Perkutut Pasuruan\"],\"articleSection\":[\"Perkutut\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\",\"url\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\",\"name\":\"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-14T01:14:31+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-14T01:16:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg\",\"width\":737,\"height\":447,\"caption\":\"Only BF Pasuruan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kontesburung.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kontesburung.com\/\",\"name\":\"Kontesburung.com\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Logokontesburung400x156-2019.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Logokontesburung400x156-2019.png\",\"width\":400,\"height\":114,\"caption\":\"Admin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/876a956917ee3433e8801a9c97ef1642\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f1b9cb19f83966e38a177fbf04053441c5b732c48772c320dd7757108ec36b3f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f1b9cb19f83966e38a177fbf04053441c5b732c48772c320dd7757108ec36b3f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/kontesburung.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -","og_description":"Di tangan Harjono Utojo, beternak perkutut menjadi lebih mudah dan praktis. Meski demikian, anakan yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan bukti banyak yang jadi juara. Beternak perkutut pada prinsipnya tidak serumit beternak burung ocean macam kacer, murai batu, kenari atau pun love bird. Setidaknya hal ini dibenarkan Harjono Utojo, selaku peternak perkutut \u201ckawakan\u201d asal Pasuruan","og_url":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114","article_published_time":"2019-03-14T01:14:31+00:00","article_modified_time":"2019-03-14T01:16:56+00:00","og_image":[{"width":737,"height":447,"url":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/876a956917ee3433e8801a9c97ef1642"},"headline":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis","datePublished":"2019-03-14T01:14:31+00:00","dateModified":"2019-03-14T01:16:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114"},"wordCount":645,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1"},"image":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg","keywords":["Mencetak Perkutut Unggul Lebih Praktis","Only BF Pasuruan","Perkutut Pasuruan"],"articleSection":["Perkutut"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114","url":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114","name":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg","datePublished":"2019-03-14T01:14:31+00:00","dateModified":"2019-03-14T01:16:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#primaryimage","url":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg","contentUrl":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Foto-1-Only-BF-Pasuruan.jpg","width":737,"height":447,"caption":"Only BF Pasuruan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/?p=35114#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kontesburung.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Harjono Utojo Pasuruan: Kini, Mencetak Perkutut Unggul Menjadi Lebih Praktis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#website","url":"https:\/\/kontesburung.com\/","name":"Kontesburung.com","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kontesburung.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/18b356f24c07b21da06d81f6df9defb1","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Logokontesburung400x156-2019.png","contentUrl":"https:\/\/kontesburung.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Logokontesburung400x156-2019.png","width":400,"height":114,"caption":"Admin"},"logo":{"@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/876a956917ee3433e8801a9c97ef1642","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kontesburung.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f1b9cb19f83966e38a177fbf04053441c5b732c48772c320dd7757108ec36b3f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f1b9cb19f83966e38a177fbf04053441c5b732c48772c320dd7757108ec36b3f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/kontesburung.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35114"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35122,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35114\/revisions\/35122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontesburung.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}