Indahnya Tanpa Teriak di Road To Penangkar Cup Denpasar: Ada Kelas Murai Ring Silver PBI, Narcotika dan Avatar Terbaik

gl

Sebanyak 14 komunitas dan penangkar murai batu bekerja sama dengan PBI Cabang Denpasar menggelar Road To Penangkar Cup, Kamis 7 Februari 2019 kemarin di gantangan Puri Agung Glogor Denpasar. Latber yang diluberi kicau mania dari berbagai kalangan berjalan tertib tanpa teriak dari awal sampai akhir, menetapkan lima burung terbaik: Narcotika, Avatar, Kendedes, Langit dan Distroyer, menetapkan juara umum tim dan single fighter yang disabet Gembel Elit SF dan LCD, serta special membuka kelas murai batu ring silver PBI. Bahkan panitia juga menyematkan MC terbaik buat Mr. Eko Gacor yang sudah bekerja maksimal memandu latber berjalan tertib tanpa teriak, senantiasa membangun suasana ceria serta lugas menginformasikan jalannya latber.

gl
MURAI BATU RING: Kelas yang Membangkitkan Konservasi Penangkaran

Latber yang membawa misi membangkitkan semangat kicau mania untuk menangkar berbagai jenis burung khususnya murai batu, dikawal langsung Ketua Pengda PBI Bali Fadjar Soebagio serta didampingi wakil dari penangkar di antaranya Abah Umar, Jhon Pantau, dan Dex Gun. Para komunitas dan penangkar yang mensupport gelaran kemarin di antaranya Bali Murai Batu, Paguyuban Murai Mania Bali, Komunitas Penangkar Murai Batu Bali, BSF BF, D’Yan BF, Sapujagat BF, Oco Abadi BF, Yono Pemogan BF, Duta KPN BF, Swari BF, Arjuna BF, Monalisa BF, Zadzyuka BF, dan Ronggolawe BF.

gl
JERO 87: Juara di Kelas Punglor Merah

Tepat pukul 16.00 Wita, kelas punglor merah naik. Angin yang rada kencang sempat menggoyang para kontestan membuat kesulitan teller lelep, sesekali menengadah bahkan meletik. Namun Jero 87 milik Heri dari Lepang Klungkung yang bertengger di nomor 39 tetap kukuh teller dari awal sampai akhir. Jero 87 sempat dikejar Ceper debutan Cak Gondrong yang terlambat kerja akhirnya menempati posisi kedua.

gl
KENDEDES: Terbaik Paud

Di session kedua kelas paud suasana mulai tegang. Terlebih lagi para pemilik yang sedang memantau kerja gacoannya di arena. Namun juri dengan sigap memantau satu per satu burung di arena. Setiap kekean gaco memiliki record catatan.  Rolingan yang dilakukan memastikan bahwa setiap burung dipantau oleh seluruh juri. Kendedes akhirnya memenangkan pertarungan. Di leg kedua Kendedes milik Adlan kembali unggul dan sekaligus dinobatkan sebagai paud terbaik.

gl
NARCOTIKA: Terbaik Murai Batu, Ada Kelas Murai Ring Silver PBI

Kelas yang paling ditunggu-tunggu murai mania dibuka. Hampir memenuhi gantangan sesaat naik seluruh kontestan unjuk kebolehan.  Di sana sini terdengar tembakan cililin, platuk, ada juga kenarian membuat juri ekstra hati-hati. Terlebih lagi peserta yang duduk rapi tanpa teriak membuat lagu-lagu yang dibawakan terdengar jelas. Narcotika yang memilih di nomor tengah 37 dari awal langsung tancap gas memainkan rolingan dan besetan. Sambil mengibaskan ekor Narcotika  perfoma dari awal sampai akhir. Narcotika yang mendapat poin penuh diimbangi Tayo milik Erik yang ada di sebelah timurnya yang juga piawai memainkan rolingan dan tembakan. Begitu juga Bandit milik Ajik Saudara yang berjejer paling timur bernomor 60 juga rajin memainkan pukulan platuk baik pendek maupun panjang yang akhirnya berada di posisi ketiga.

Sebagai gelaran para penangkar, latber kemarin juga dibuka kelas murai batu ring silver PBI tiket gratis yang disupport habis Mr. Fadjar. Ada belasan peserta yang umurnya relatif muda begitu antusias menunjukkan karakter tempurnya. Namun yang begitu menonjol Su Sayang yang berada di nomor 18. Selain piawai memainkan rolingan kenarian juga tembakan cililin yang ngeban. Su Sayang yang bergelang Duta KPN BF ini berhasil sebagai juara pertama disusul Hajar Zahanam bergelang Swari BF di tempat kedua dan Super Star bercincin Yono Pemogan BF di tempat ketiga.

Masih ada satu kelas murai batu ring PBI yang ditunggu-tunggu murai mania untuk menentukan murai batu terbaik. Narcotika yang kembali di nomor gantangan semula kembali menunjukkan keperkasaannya. Rolingannya yang nyepid diselingi besetan stabil dari awal sampai akhir kembali naik podium dan sekaligus ditetapkan sebagai murai batu terbaik.

gl
KELAS IJO: Peserta Membludak

Memasuki kelas panas cucak ijo, peserta nyaris memenuhi gantangan. Cukup lama juri memantau satu per satu untuk menemukan kandidat. Korlap Amar Pandawa akhirnya menancapkan beberapa bendera nominasi. Dari bendera nominasi itulah juri menentukan pilihan terbaik yang akhirnya jatuh ke nomor 26 bernama Avatar milik Joevin dari Gembel Elit SF.

AVATAR: Nyeri Raih Ijo Terbaik

Avatar yang bersangkar merah ini tidak saja perfoma dari awal sampai akhir juga piawai memainkan rolingan dan sesekali melancarkan tembakan panjang. Avatar dipepet Samurai milik Mr. Dewa yang juga ciamik memadukan rolingan dengan tonjolan-tonjolan lagu panjangnya.

gl
PESERTA TENANG: Juri Fokus Menilai di Kelas Cucak Ijo

Di leg kedua peta kekuatan berubah. Diesel yang diusung Indra berhasil naik podium utama berdampingan dengan Sabda milik Mr. Totok Rrj. Namun di leg ketiga Avatar kembali bangkit dan memenangkan pertarungan sekaligus dinobatkan sebagai cucak ijo terbaik.

gl
LOVE BIRD DEWASA: Makin Ramai, Sistem Penilaian Love Bird di PBI Diterima

Kelas love bird dewasa yang diluberi peserta menempatkan Armagedon milik Joevin sebagai yang terbaik setelah mampu menunjukkan kekean panjang dari rolingan ke rolingan. Armagedon bersanding dengan Juventus milik Nardi Barong yang juga ciamik memainkan kekean.

gl
LANGIT: Terbaik Love Bird Dewasa

Namun di leg kedua Langit milik Aditya yang sempat tertinggal di nomor 5 berhasil melesat ke puncak dan memenangkan pertarungan sekaligus ditetapkan sebagai love bird dewasa terbaik.

gl
DISTROYER: Raih Kenari Terbaik

Antusias kenari mania untuk menghadiri Road To Penangkar begitu luar biasa. Tercatat 20-an peserta ikut hadir. Rata-rata piawai memainkan lagu-lagunya yang ciamik, namun sulit untuk menampilkan agar mampu memainkan durasi panjang sambil duduk manis gela-gelo ngedur. Distroyer milik Rudi KD akhirnya terpilih sebagai sang juara di leg pertama. Namun Ndoro Bei milik Mr. Etu berhasil membalas di leg kedua.

gl
SRIKOYO: Terdepan di Kelas Cendet
gl
MARCO: Teratas di Kelas Campuran Import

Beberapa kelas khusus juga dibuka seperti cendet yang mulai ramai, campuran import yang stabil, punglor kembang dan juga kelas cucak jenggot.  Di kelas cendet Srikoyo milik Didik Coplink tampil terdepan. Di kelas campuran import disabet Marco debutan Ahyar, di kelas punglor kembang disabet Baron milik Toet Ady, dan di kelas cucak jenggot diaih Putra Sanur milik Tut De Ariana.

gl
BARON: Naik Podium Utama Kelas Kembang
gl
TUT DE ARIANA: Orbitkan Putra Sanur di Kelas Cucak Jenggot

Suasana latber bercita rasa lomba yang begitu kondusif baik dari penjurian, pengawalan panitia di arena, kenyamanan lapangan, panduan MC yang ramah dan ceria memberi kesan tersendiri bahwa inilah latber yang sesungguhnya. Dengan penuh kesadaran peserta yang hadir tidak ada yang berteriak, fokus memantau burung yang sedang bertarung di arena. Mereka justru merasa malu jika berteriak sendirian. ‘’Kondisi latber yang seperti inilah yang kami harapkan. Mari bersama-sama memantau burung di lapangan. Jika ada yang keliru mari kita bicarakan dengan baik-baik,’’ harap Amar Pandawa, penanggung jawab Kamis ceria GPAG.

gl
TERTIB TANPA TERIAK: Budayakan Tertib Tanpa Teriak di Kamis Ceria GPAG Denpasar. Peserta Santai tetapi Fokus Memantau Burung

Sebagai bentuk penghormatan terhadap tim dan single fighter, panitia menobatkan juara umum BC yang disabet LCD dan juara umum single fighter diraih Gembel Elit SF. Amar Pandawa mewakili panitia, juri, para penangkar, dan gantangan Puri Agung Glogor mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir dan tertib tanpa teriak serta para pihak sponsor seperti Bali Teknik Disain, Reyhan Cell, Rinrin Finch dll, seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3

gl
Khofifah Cup 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here