H Wiebie Dwi Andriyas Cup 2 Malang #2 – Kualitas Burung SMM Teruji, Andalan Abah Hudan 911 & Dwi Jalu Naik Podium Juara

H Wiebie menyerahkan tropi JU umum BC kepada H Samsul & Dwi Jalu

Sama – sama berbendera SMM, gaco Abah Hudan 911 Surabaya dan Dwi Jalu Kediri sukses menunjukkan kualitasnya dan berhasil memboyong tropi juara di even akbar H Wiebie Dwi Andriyas Cup 2 Malang, 28 Maret 2021 kemarin.

Sadis meraih kemenangan di kelas pembuka

Dikenal memiliki seabrek gaco Murai Batu yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi, yang dibuktikan dengan bertumpuknya koleksi tropi dari berbagai even akbar hingga kolosal lintas Propinsi sekaligus lintas EO. Abah Hudan SMM dari 911 SF Surabaya itu kembali menggoreskan namanya di daftar juara kelas bergengsi itu.

Bahkan untuk even terbesar yang dikemas NZR Indonesia tersebut, Abah Hudan justru hanya mengandalkan MB Sadis untuk bertarung di laga terpanas itu. Hal itu terpaksa dilakukan, mengingat burung-burung andalan lainnya seperti Arjun dan Pendekar yang berada dalam kondisi ngurak.

Kerennya lagi, walau Abah Hudan tidak datang langsung ke gelaran yang digebyar di lapangan tembak Bedali, Lawang – Malang, dan hanya mempercayakan pada Mr Ipunk dan crew 911 SF, MB Sadis tetap mampu tampil powerfull dan membawa pulang tropi juara 1 di sesi Satu Misi.
Berada di gantangan nomer 36, MB Sadis emang tak begitu mengandalkan gaya sujud-sujud untuk bisa memainkan lagu-lagu yang menjadi andalannya. Dengan begitu, lagu-lagu tonjolan dahsyatnya pun berhasil dimuntahkan dengan leluasa sekaligus jurus andalan dalam mengeluarkan pukulan panjang-panjang yang diperkuat dengan lagu-lagu ngerollnya yang semakin mempesona.

Ditambah lagi dengan kestabilannya saat perform dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian, semakin menambah keyakinan para juri yang tugas untuk sepakat menancapkan bender koncer secara mutlak.

Selain meraih prestasi dari kelas Murai Batu, ternyata gaco andalan di kelas Tledekan yang diberi nama Davinci ternyata juga tak lepas dari target juara. Meski belum beruntung untuk bisa bertengger di posisi puncak, Davinci tetap berada di jalur juara sebagai runner up di kelas Andalan.

Dwi Jalu Boyong Beberapa tropi juara di kelas Murai Batu dan Lovebird

Berbeda dengan Abah Hudan. Dwi Jalu SF Kediri yang tak ingin mengulang kembali kekecewaan saat berlaga di H Wiebie Dwi Andriyas Cup I tahun 2020 silam, yang tak berhasil memboyong tropi juara. Beberapa burung terbaiknya yang berada dalam kondisi on fire pun sengaja diturunkannya, mulai dari MB Kresno, MB Republik, MB Petir Lawu hingga LB Ramayana.

Sempat mengandalkan Petir Lawu untuk diturunkan di sesi pertama dan kedua, namun performa yang dikeluarkannya saat itu ternyata masih kurang menarik perhatian juri yang bertugas. Akhirnya dengan pertimbangan yang matang, Dwi pun terpaksa menurunkan Kresno yang sebenarnya akan dipersiapkan untuk even SMM feat Tukul Arwana pada 4 April 2021 mendatang.

Petir Lawu bertengger di tahta juara sesi Andalan B

Dan benar saja. Begitu diturunkan di kelas utama, Kresno langsung tampil ngegas. Tanpa mengandalkan show sujud-sujud yang biasanya muncul saat hari mulai gelap, Kresno justru lebih banyak mengalunkan roll lagu burung kecil-kecil yang pertajam dengan tembakan Cililin, Lovebird hingga Kenari yang cukup panjang-panjang. Bahkan juri semakin dibikin terpesona, dengan power tembusnya yang menjadikannya nampak begitu totalitas nan powerfull.

Sayangnya, aksinya itu hanya cukup mengantarkannya sebagai peraih nominasi. Namun kekecewaan yang sempat dirasakan Dwi saat itu pun akhirnya terbayarkan setelah menurunkan kembali Kresno di sesi NZR Indonesia G-36 lagi. Walau hanya mampu menyumbangkan tropi runner up, namun Dwi cukup puas dengan penampilan Kresno saat itu.

 

Semakin semangat, setelah Petir Lawu yang tampilannya kurang maksimal saat di laga pembuka itu justru tampil lebih edan saat diturunkan di kelas Murai Batu ring Andalan B. Ditambah lagi dengan MB Republik gaco lawasnya yang umurnya sudah tak muda lagi, ternyata masih mampu menunjukkan kualitasnya sekaligus bertengger di peringkat 3 seri Merah Putih.

Kresno kembali buktikan kualitasnya

Kebahagiaan Ayah dari anak yang diberi nama Jalu itu tak berhenti sampai di situ. Karena Lovebird Ramayana yang lagi on fire, sukses memainkan durasi ngekek andalan dengan jeda rapatnya. Sayangnya Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya, dan hanya mampu mengantarkannya berada di posisi kedua kelas Lovebird Reguler Arema Bersatu dan juara 4 kelas Lovebird Reguler Andalan.*

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here