Gus Husain Buka-bukaan Soal Perbaiki “Amunisi” yang Rusak hingga Moncer di Lomba Nasional

Lap Kelap Nemoer
MONCER TERUS. Gus Husain (kiri) bersama tim, usai Murai Batu gacoanya moncer di Ponorogo Bangkit Cup 1, Minggu (7/4/2019).

Burung-burung “amunisi” usungan Lap Kelap Nemoer SF besutan Gus Husain asal Magetan semakin kerap mendulang prestasi, termasuk di lomba-lomba berskala nasional. Setidaknya dalam jeda waktu sekitar dua Minggu, burung-burung pemain berslogan Single Fighter “Sarungan” terus menggasak prestasi. Mau tahu rahasianya?

Lap kelap Nemoer
RAJIN JUARA. Tim Lap Kelap Nemoer dengan komandan Gus Husain (paling kiri) pose bersama Bupati Madiun (paling kanan), usai menyabet posisi 2 di kelas Murai Batu kelas Wakil Bupati, di Bupati Madiun Cup 1.

Saat gelaran Bupati Madiun Cup 1, 24 Maret 2019 silam, Murai Batu “Kapuas JBS” sukses masuk 3 besar di kelas Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan saat turun di Ponorogo Bangkit Cup 1, Minggu ini, “Kapuas JBS” sukses menyabet posisi dua dengan mendukung bendera AE 1 di kelas Murai Batu Utama (150K). Semenetara di Kelas Murai Batu Reog (100K) turun untuk mensupport tim Kandidat SF, meraih juara 3.

Menariknya, ada satu burung Kacer milik Gus Husain, yakni Kacer “Patak Warak” yang menurutnya sebelumnya dalam kondisi “rusak” pun masuk posisi 5 besar, di kelas Kacer Utama tiket 150K (Kacer Ponorogo Bangkit), dengan menduduki posisi ke 4.

Jamu Santri
BEKAL WAJIB. Berbagai produk besutan santri Gus Husain, menjadi bekal wajib saat tandang diberbagai lomba.

“Itu yang menarik, Patak Warak itu beberapa waktu sebelumnya, sebenarnya adalah kacer Rusak namun Alhamdulillah, ternyata di lomba ini bisa masuk 5 besar,” buka Gus Husain di tengah Lomba.

Usut punya usut, kontesburung yang berusaha mengorek rahasianya pun akhirnya berhasil memperoleh informasi. Salah satunya, menurut Gus Husain adalah penggunaan ramuan herbal (organik) yang olehnya disebut sebagai “Jamu Santri”.

Jamu Santri

“Ramuan yang saya gunakan ini bisa untuk mengatasi berbagai kendala yang dialami burung, seperti macet bunyi, meningkatkan metabolisme burung, menyembuhkan banyak penyakit pada burung seperti telo, serak, nyilet, berak kapur hingga ngelowo,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, Jamu Santri ini juga akan memaksimalkan suara burung menjadi kristal, mengatasi macet bunyi dan membuatnya rajin berkicau. Termasuk menjadikannya lebih fighter jika turun di ajang lomba.

“Dan ramuan herbal ini bisa digunakan untuk semua burung, tak terbatas hanya pada Murai dan Kacer saja. Kacer Patak Warak itu rusak awalnya, dan secara rutin saya terapi dengan Jamu Santri ini, Alhamdulillah kini normal kembali dan menjadi lebih fit,” tandasnya.

Cara penggunaannya pun tidak ribet, cukup berikan 3 tetes pada air minum burung atau suntikkan ke 3 ekor jangkrik (sesuai takaran), berikan 2 atau 3 hari sekali. Sedangkan untuk burung yang sakit bisa dilakukan setiap hari. “Insya Allah akan sembuh. Dan jika bingung cara penggunaannya bisa menghubungi saya,” pungkas Gus Husain. Sukses Selalu Gus Husain..

Khofifah Cup 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here