Fakta Unik Burung Gereja Berkembang Biak Kian Banyak Sebagai Indikator Lingkungan Bersih

Salah satu burung liar yang hidupnya dekat dengan manusia dan sering membuat sarang di gedung atau di rumah orang adalah Burung Gereja. Sebab itu burung yang masuk golongan jenis species burung pipit (keluarga Passeridae) ini sibebut Burung Gereja.

Di Indonesia, jenis burung Gereja pada umumnya berjenis spesies Passer Montanus. Ukurannya kecil, kurang lebih hanya 12-15 cm dengan warna bulu dominan cokelat. Dalam bahasa inggris burung yang gemar makan biji-bijian ini dikenal dengan sebutan Pinggai atau Sparrow.

Burung Gereja juga merupakan burung yang tergolong gesit. Meski hidupnya dekat dengan manusia, namun burung Gereja tidak jinak, mereka selalu pergi dan terbang saat manusia mendekat.

Paruh tebal adalah senjatanya untuk memecah biji-bijian sebagai makanan utamanya, tubuh kecil dan lincah adalah pendukung kecepatan bergerak mereka untuk menghindar dari ancaman yang didapat.

Ilustrasi gambar/pixabay.

Karena populasinya sangat besar dan suka terbang bersama-sama, di beberapa daerah burung Gereja sering dianggap sebagai hama oleh para petani karena saat mencari makan mereka kerap bergerombol di daerah persawahan atau pada ladang sayuran untuk memakan biji-bijian.

Burung Gereja awalnya hanya hidup dan ditemui di benua Afrika, Eropa dan Asia. Namun, karena burung Gereja mempunyai cara berkembang biak yang tidak sama dengan jenis burung lainnya, maka kini burung Gereja tersebar dan bisa ditemui di seluruh belahan dunia.

Sifat prilaku kawin burung Gereja adalah bisa melakukan kawin lebih dari satu pasangan. Berbeda dengan jenis burung pada umumnya yang bersifat monogami. Burung Gereja betina juga mampu bertelur 5-7 telur sehingga populasi burung Gereja bisa berkembang kian banyak.

Adapun fakta unik lainnya yang dimiliki burung Gereja adalah, ternyata burung Gereja juga dianggap sebagai salah satu indikator lingkungan yang masih bersih atau bebas dari polusi berat. Jika di sebuah lingkungan tempat tinggal masih ditemukan atau masih sering didapati segerombolan burung Gereja berkeliaran mencari makan maka bisa dipastikan ligkungan itu masih bersih dari polusi.

Fakta lainnya adalah burung Gereja juga memiliki bau apek, atau bau tak sedap dari tubuh dan bulunya. Burung Gereja merupakan burung liar species burung pipit yang hidupnya paling dekat dengan manusia. Mereka suka membuat sarang di langit-lagit atau atap rumah dan hidup berdampingan dengan manusia.

Terakhir, burung Gereja adalah satu-satunya burung yang memiliki hari perayaan, yaitu setiap tanggal 20 Maret. Perayaan “Hari Raya Burung Gereja Sedunia” diprakarsai oleh negara Perancis dan India dan selalu diperingati setiap tanggal tersebut sebagai harinya burung Gereja. (Tjr)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here