Corona Menyebar, Pelaku Usaha Dunia Burung Tercekik

Lomba burung distop, banyak pengangguran dan harga burung jatuh

Sejak munculnya kasus penyebaran virus Corona Covid 19 dibeberapa negara, dan masuk ke tanah air secara langsung dan singkat telah melumpuhkan sektor ekonomi baik formal maupun nonformal, yang non formal ini salah satunya dunia hobi burung. Perlu diketahui dengan adanya hobi burung berkicau ditanah air telah memberikan dampak positif dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

Ha itu dikarenakan dari hobi burung berkicau ini muncul perputaran uang trilyunan rupiah pertahunnya yang didalamnya menggerakkan ratusan ribu manusia yang bergantung hidup disektor non formal ini. Tanpa campur tangan dari pemerintah, dari dunia hobi burung berkicau ini telah membantu perputaran ekonomi yang cukup besar dan memberikan banyak lapangan pekerjaan sektor non formal.

Mulai dari memunculkan banyak peternak burung sampai puluhan sektor lain.  Dari beternak burung saja ada puluhan ribu kepala keluarga mengantungkan hidupnya disektor itu, kemudian ada juga sektor     tenaga kerja non formal mulai sebagai perawat burung, sebagai pencetak burung lomba, sebagai penggelar lomba, juri lomba, produsen obat obatan, sebagai produsen pakan, produsen sangkar, produsen krodong, tangkringan dan masih banyak lainnya.

Harga burung lomba jatuh dan susah pula jualnya

Sebelum virus Corona masuk Indonesia, ratusan ribu orang yang menggantungkan hidup disepuratan dunia hobi burung bisa mencari nafkah dari menjalani berbagai aktifitas secawa wajar. Setelah mulai ada kabar masuknya virus di tanah air, sudah mulai muncul was was, karena dengan model penyebaran antar manusia yang mudah, bisa jadi kegiatan yang mengumpulkan banyak orang (termasuk lomba burung) akan dilarang.

Setelah ada Maklumat Kapolri tentang larangan menggelar kegiatan yang bisa mengumpulkan masa, termasuk latihan atau lomba burung, maka saat itu juga puluhan ribu gantangan yang ada di Indonesia tutup total. Sehari dua hari tidak masalah, tapi setelah seminggu berjalan mulaiilah mereka yang menggantungkan hidup disetiap even merasakan dampaknya.

Salah satunya adalah juri, juri yang biasanya tiap hari bisa mendapatkan income dari bertugas tiap hari dengan keliling dari gantangan ke gantangan, sejak  gantangan tutup mereka sama sekali kehilangan mata pencaharian, demikian pula dengan perawat atau pencetak burung lomba banyak yang mengaku tidak ada pemasukan sama sekali. Bahkan jual burung untuk biaya hidup juga susah.

“Dulu burung lomba saya beli dengan harga lima belas juta, kapan hari saya tawarkan sampai tiga juta lho tidak ada yang mau, padahal kalau laku uang itu akan saya pakai untuk kebutuhan keluarga. Jadi dengan tidak adanya lomba pengaruhnya luas, jual burung susah harganya juga drop,” ujar tokoh burung Malang pada kontesburung.com.

Pria yang sudah puluhan tahun bekecimpung didunia lomba burung mengaku baru kali ini masa masa sulit yang sangat mencekik yang pernah dialami. Karena itu ia berharap agar penyebaran virus corona bisa cepat terhenti dan gelaran lomba bisa segera digelar kembali. “Kalau terlalu lama tidak ada lomba maka akan banyak orang susah selain pengangguran akan terus meningkat,” terangnya nada serius.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here