Connect with us

Perkutut

Celendion dan Bang Ucok Buktikan Performa Terbaiknya, di Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi

KONBUR Tayang

:

Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi
JUARA KELAS DEWASA : Berhasil diboyong oleh Celendion.
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Hajatan latber burung perkutut bertajuk “Lesehan Pak Dani Cup”, yang digagas oleh Dani Lesehan selaku ketua penyelenggara. Serta dibantu oleh Yon BF, Imam, Sukro, H.Matrawi serta didukung penuh oleh Pengda P3SI Banyuwangi. Hari Minggu, 10 Februari 2019 kemarin, di lapangan RHY BF Kesilir, Siliragung Banyuwangi. Berlangsung meriah dan menggugah semangat kungmania, khususnya para pemula.

Iklan ABD
Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi
JUARA KELAS PIYIK HANING : Bang Ucok mampu manjadi yang terbaik pertama.

Buktinya dari total 2 blok gantangan, 1 blok kelas dewasa dan 1 blok piyik haning. Pesertanya banyak didominasi oleh para pemula. Namun sayang, gaco-gaco yang diusung oleh para pemula itu, masih kalah bersaing dengan jago-jago milik seniornya. Dan di kelas ini terjadi persaingan yang cukup seru, ketat.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Dari babak pertama, para jago saling menunjukkan kualitas anggungannya. Seperti Ababil andalan H.Mahmud Kibaru laluVelos Syantik milik Imam Rogojapi. Kemudian Begal andalan Yon BF serta Gantangan 27 milik Dani Lesehan selaku tuan rumah. Awalnya sama-sama ngotot tak mau kalah agar bisa menjadi yang terbaik.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan
Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi
Drh.Budianto, saat menyerahkan hadiah kejuaraan kepada para juara.

Dibabak pertaman ini, jago-jago tersebut sama-sama kuat karena keempatnya mendapat nilai yang sama, yaitu bendera 2 warna hitam. Memasuki babak ke dua persaingan mulai panas, kerena semua tetap ngotot dengan sering melepas kualias anggung terbaiknya. Namun tanpa diduga, Celendioan yang dibabak pertama tida diperhitungkan.

Tiba-tiba mulai mununjukkan performa terbaiknya dan sering narik-narik meskipun terdengar noklak, tapi naruk suara ujungnya cukup manis. Jago yang diusung oleh Hadi (Wenling) dari Banyuwangi ini mulai mengancam dan berusaha menelikung para rivalnya. Sedangkan para pesaingnya terlihat mulai kendor kerjanya.

Dan kesempatan itu benar-benar dimanfaatkan oleh Celendion. Karena di babak ini Celendion berhasil mendapat nilai 2 warna hitam. Bahkan memasuki babak ketiga, kerja Celendion makin mantab. Terbukti, jago bergelang Terminal ini mampu menambah pundi-pundi nilai untuk mengejar ketertinggalannya di babak pertama.

Baca Juga  Bintang Timur dan Sri Minggat, Jadi Referensi Bagi Pemula, di Latber Siliragung Banyuwangi
Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi
Para juara mengaku puas dengan kemasan latber ini.

Rupnya kinerja apik Celendion berlanjut sampai babak ke empat. Dengan kerja yang tetap stabil serta kualitas anggungnya makin sempurna. Akhirnya juri memutuskan untuk memberi nilai 3 warna. Dengan begitu, Celendion berhasil menjadi yang terbaik pertama. Dan disusul kemudian oleh Ababil, Begal, Gantangan 27 dan Velos Syantik.

Persaingan di kelas piyik hanging juga tak kalah seru. Ada beberapa jago muda yang saling adu mental dan kualitas anggung suaranya dihadapan juri. Seperti Bang Ucok besutan Aang yang bergelang Starvan. Lalu ada Bunga Desa hasil produk sendiri Yon BF, ada Minak Jinggo besutan Pak Dani Lesehan BF

Dibabak pertama Bang Ucok langsung menggebrak dan mendapat nilai 2 hitam usulan 3 warna. Namn memasuki babak ke dua, Bang Ucok mulai mendapat perlawanan. Karena di babak ini, Bunga Desa mampu mengejar dengan mendapat nilai 2 warna hitam usulan 3 warna. Serta Minak Jinggo, juga mengancam dengan mendapat nilai 2 warna usulan.

Berlanjut ke babak ke tiga, persainganpun betul-betul ketat dan seru. Bahkan sampai akahir babak ke tiga ini, masing-masing jago mampu mengantongi nilai yang sama. Tapi dibabak pamungkas atau babak terakhir. Bang Ucok masih mampu menunjukkan perfroma terbaiknya. Sehingga tim juri dan perumus, memutuskan Bang Ucok  sebagai juara satunya.

Akhirnya acara latber “Lesehan Pak Dani Cup” ditutup, setelah ketua P3SI Pengda Banyuwangi, menyerahkan tropy kejuaraan dan undian doorprize kepada para pemenang. “Saya selaku penyelenggara, hanya bisa mengucapkan terima kasih atas dukungan semuanya. Dan mohon ma’af, bila masih ada kekurangan,” tutup Dani Lesehan yang diamini oleh semua kru panitia.  *kb2.

Latber Lesehan Dani Cup Banyuwangi
Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

Andalkan Trah B.2, Imoba Bird Farm Sidoarjo Sukses Lahirkan Kaisar, Pajero, Batu Bara, Batu Hitam 3 Sampai Presiden di Konkurs Nasional

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Kaisar menjadi produk pertama kali yang berhasil dilahirkan sekaligus diorbitkan Wijaya bersama Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo miliknya dalam konkurs tanah air. Tarung dalam ASEAN Cup Surabaya, Kaisar sukses menembus juara ketujuh kelas Dewasa Bebas pada 08 Juni 2014 lalu.

Iklan ABD
Wijaya (kanan) sukses antara Imoba sebagai farm dengan produk unggulan

Hasil tersebut menjadi awal sukses yang mengilhami Wijaya untuk terus semangat dan eksis didunia hobi burung perkutut. Pada tahun yang sama, Imoba Bird Farm kembali melahirkan jago handal yakni Triple One. Prestasinya semakin membuat nama farm yang berlokasi di Perumahan Pondok Candra Waru Sidoarjo, sebagai salah satu farm yang mampu mencetak burung kelas lomba.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Tahun demi tahun Imoba Bird Farm terus melahirkan produk-produk andalan. Pajero, batu Hitam 3, Dji Sam Soe, Bumi Ayu, Batu Bara, Bintang Imoba, Densus 88, Presiden dan Bom Imoba adalah sederet nama produk unggulan yang berhasil dilahirkan dari kandang Imoba Bird Farm dari tahun 2017 sampai 2018. Batu Hitam 3 akhirnya berpindah tangan ke H.Jay Banjarmasin lewat H.Atro.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Ditangan H.Jay, prestasi Batu Hitam 3 semakin melejit. Beberapa konkurs nasional menjadi lahan memperbanyak koleksi trophy. Prestasi Presiden sudah terbukti dalam beberapa kali turun tarung.

Lahir dari kandang Imoba A.2 bermaterikan indukan jantan Imoba B.10 dengan indukan betina Imoba B.1, Presiden memiliki reputasi sebagai perkutut yang layak diperhitungkan. Sudah tidak terhitung lagi berapa koleksi trophy dan piagam yang berhasil diraihnya dalam setiap kali turun konkurs.

Kemenangan yang didapat oleh beberapa produk Imoba diraih karena kualitas burung yang memang layak untuk dimenangkan. “Pantang bagi saya untuk meraih juara dengan cara yang tidak wajar, bagi saya menang karena kualitas burung adalah sebuah kebanggaan dan kepuasan yang bisa saya dapatkan,” katanya lagi.

Baca Juga  Bintang Timur Kembali Jadi Tontonan, Piyik Jebolan IBM Dominasi Kelas Hanging, di Latber Siliragung Banyuwangi
Imoba BF Sidoarjo jadi farm pencetak burung kelas konkurs nasional

Sebenarnya Imoba Bird Farm bisa lebih banyak melahirkan anakan dengan prestasi bagus, namun sebelum burung-burung tersebut orbit, sudah banyak yang lepas ke pembeli. “Sebenarnya tidak banyak burung yang bisa saya orbitkan dari tahun ke tahun, karena sebelum orbit sudah dibeli orang. Saya tidak bisa menolak ketika ada yang menyukainya,” lanjut Wijaya.

Bahkan beberapa produk yang sebelumnya disimpan untuk jadi calon burung lomba, akhirnya harus lepas ketika ada yang meminangnya. Sukses Imoba melahirkan dan mengorbitkan barisan jago-jago ternyata didapat dari hasil pengembangan trah Basic 2 (B.2) yang bermaterikan indukan jantan Jupiter K.Sharp dengan pasangannya TH K.05.

Koleksi trophy yang berhasil diraih produk Imoba BF

Dari indukan tersebut, Imoba berhasil mendapatkan sekitar 37 pasang indukan. Setiap kali menetas, indukan Basic 2 ini melahirkan sepasang anakan. Nah, anakan-anakan inilah yang kemudian dijadikan indukan, yang kini menghuni hampir disetiap kandang milik Imoba.  “Sebanyak 37 indukan kandang Imoba adalah anakan dari Jupiter K.Sharp dan TH K.05. Setelah anakan tersebut jadi indukan baru, rata-rata anakannya mengeluarkan produk unggulan,” terang Wijaya.

Lebih lanjut Selama ini Imoba Bird Farm dikenal sebagai peternak yang sukses melahirkan burung dengan tipe irama. Nampaknya sukses ini semakin membuat Wijaya ingin melakukan sesuatu yang lebih dari itu. “Saya melihat saat ini suara burung dengan volume besar sedang menjadi tren, saya ingin mengembangkan indukan yang bisa mendapatkan anakan dengan volume seperti itu,” harapnya.

Tahun 2019 menjadi program baru dimana Wijaya ingin melakukan sebuah inovasi untuk mencetak burung dengan tipikal suara besar dan irama. Diakui olehnya bahwa keinginan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Namun memiliki cita-cita dan impian adalah hal yang menurut WIjaya harus dilakukan agar kita memiliki semangat untuk bisa meraih.

Baca Juga  Bintang Timur dan Sri Minggat, Jadi Referensi Bagi Pemula, di Latber Siliragung Banyuwangi
Kandang paa pencetak produk unggulan milik Imoba BF

“Selama kita bisa melakukan, apa salahnya untuk mencoba, apalagi jika materi sudah mendukung, maka tidak perlu lagi menunggu. Soal berhasil atau tidak, ya kita serahkan saja dengan hasil yang akan dicapai,” ungkapnya. Menurutnya tidak perlu takut untuk mencoba selama itu adalah hal yang baik.

Untuk merealisasikan keingian tersebut, dirinya menambah indukan dari trah Discovery, Cakrawala, Cristal, MMC H-7, CC dan White House. Kehadiran indukan inilah yang diharapkan bisa menjadi produk baru Imoba dengan tipikal burung idaman Wijaya.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Segera Melepas Ketua 3 Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jatim, H.Muhafi Mengaku Berhasil Mengukir Prestasi Bagus

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Masa kepengurusan P3SI Pengwil Jawa Timur periode 2014 – 2019 tinggal sehari saja atau dalam hitungan jam saja, karena pada Sabtu 23 Februari 2019 di Hotel Oval Surabaya, akan dilakukan Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk memilih kembali kepengurusan baru periode 2019 – 2024.

Iklan ABD
H.Muhafi (kanan) segera melepas Ketua 3 Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jatim

“Tidak terasa masa bakti kami di Kepengurusan Pengwil P3SI Jawa Timur akan segera berakhir. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala masukan dan partisipasi selama ini. Mewakili pengurus, saya memohon ma’af apabila ada salah kata dan tindakan, karena apa yang kami lakukan itu semua demi kemajuan kung mania di Jawa Timur,” papar H.Muhafi selaku ketua 3 Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jawa Timur.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Dirinya berharap mudah-mudahan Kepengurusan yang baru, bisa mempertahankan apa yang sudah dilakukan oleh pendahulunya dan bahkan bisa lebih bagus untuk menjadikan Jawa Timur sebagai barometer perkututnya tanah air. H.Muhafi mengatakan bahwa selama menjadi Ketua 3 Bidang Penjurian, dirinya sudah banyak mengabdikan dan mendedikasikan segala apa yang dimiliki agar bidang yang dipegangnya benar-benar memberikan arti dan makna serta manfaat bagi eksistensi hobi perkutut khususnya di Jawa Timur.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Selama menjabat sebagai Ketua 3 Bidang Penjurian, H.Muhafi banyak berjuang agar ada perubahan-perubahan kearah kebaikan. Rotasi juri di klaim sudah berjalan dengan baik. Hampir juri-juri yang ada di Jawa Timur merasakan bagaimana menjadi pengadilan di lapangan.

Tidak ada juri yang tidak mendapatkan tugas pada lomba-lomba yang ada di wilayah Jawa Timur. Rotasi ini dinilainya sangat perlu untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada juri agar bisa mengaplikasikan ilmunya secara langsung dimasyarakat. Juri tanpa turun langsung ke lapangan, maka ilmu yang dia miliki tidak akan ada artinya.

Baca Juga  Bintang Timur Kembali Jadi Tontonan, Piyik Jebolan IBM Dominasi Kelas Hanging, di Latber Siliragung Banyuwangi
P3SI pengwil Jatim sukses meresmikan 14 juri level nasional

Regenerasi juri di Jawa Timur juga menjadi bagian program yang sudah terlaksana dengan baik. “Saat ini di Jawa Timur memiliki sebanyak 43 juri,” kata H.Muhafi lagi. Kesejahteraan juri juga menjadi perhatiannya, sehingga nasibnya lebih diperhatikan dan mengalami peningkatan. Selama ini ketika juri mendapatkan tugas, honornya sangat jelas. Panitia tidak bisa seenaknya memberikan honor.

“Honor juri saya mengacu pada AD/ART, sehingga panitia tidak seenaknya memberikan honor. Saya berusaha mempraktekkan benar, sehingga juri mendapatkan apa yang sebenarnya harus diterima,” terang H.Muhafi. Sebab selama ini dinilai olehnya, masih ada panitia yang masih melenceng, sehingga perlu diluruskan sehingga tidak ada pihak juri yang dirugikan. Kinerja lain yang dianggap berhasil adalah bahwa lomba semakin semarak.

Jika sebaliknya pelaksanaan lomba hanya menyediakan 4 – 6 blok, sejak dirinya masuk menjadi Ketua 3 Bidang Penjurian, maka penambahan jumlah blok dalam setiap lomba berhasil dilakukan. Setiap kali lomba, terutama untuk lomba skala nasional, penambahan blok cukup signifikan, angkanya bisa mencapai lebih dari 10 blok.

H.Muhafi berharap pengurus baru bisa memeprtahankan dan meningkatkan kinerjanya

Bahkan gelaran lomba-lomba di daerah juga mengalami peningkatan. Semarak hobi perkutut dirasakan juga tidak hanya oleh kung mania di perkotaan saja, tetapi sudah menembus wilayah pedesaan dan pelosok. Prestasi yang dianggap bagus oleh H.Muhafi adalah pengangkatan 14 orang juri nasional pada acara konkurs nasional Pahlawan Cup Surabaya yang merupakan agenda Liga Perkutut Indonesia 2018.

“Ini merupakan sejarah bagi hobi perkutut, baik untuk Pengwil Jawa Timur ataupun Indonesia, karena telah diresmikan juri dengan jumlah yang cukup besar yakni 14 orang,” ungkap H.Muhafi. dengan catatan prestasi inilah, dirinya menilai bahwa tugas yang diserahkan padanya bisa dilaksanakan dengan baik dengan hasil memuaskan. Terlepas dari pro dan kontra, dirinya mengaku telah melakukan banyak manfaat untuk kemajuan hobi perkutut khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga  Bintang Timur dan Sri Minggat, Jadi Referensi Bagi Pemula, di Latber Siliragung Banyuwangi

Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Djainuri Sultan Surabaya : Mampu, Loyal dan Ikhlas adalah Figur Tepat Ketua Pengwil P3SI Jatim, Susunan Pengurus Serahkan Ahlinya.

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemilihan Ketua Pengwil P3SI Jawa Timur pada Muswil 23 Februari 2019 nanti akan mempengaruhi pada roda organisasi. Jika ketua terpilih tidak mampu menjalankan organisasi sebagai mana mestinya, maka bisa dipastikan organisasi akan jalan ditempat.

Iklan ABD
H.Djainuri (kanan), figur Ketua Pengwil Jatim harus mampu, loyal dan ikhlas

Sebaliknya jika pilihan jatuh pada sosok atau figure yang tepat, maka P3SI Pengwil Jawa Timur akan menjadi organisasi memberikan manfaat bagi semua komunitas yang ada di dalamnya. Artinya lima tahun organisasi ini ke depan akan bergantung pada terpilihnya figure untuk menjadi ketua.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Apabila bagus, maka lima tahun kita akan merasakan manfaatnya, sebalikya jika kurang, maka lima tahun kita akan berada pada kondisi yang tidak menentu. Untuk itulah H.Djainuri Sultan BF Surabaya mengatakan bahwa ketika kita beradap pada satu pilihan, maka pilihnya figure yang laing bagus.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Berfikirlah untuk lima tahun kedepan, jangan berfikir lima tahun kebelakang. “Kriteria tentang sosok Ketua Pengwil Jawa Timur kedepan kalau bisa punya wajah-wajah baru, yang lama bukan berarti tidak bagus,” terang H.Djainuri. Lebih lanjut pemilik SUltan BF Surabaya mengatakan bahwa pengurus dengan wajah-wajah baru bukan berarti tidak memiliki kemampuan.

”Kalau bicara soal organisasi, bukan bicara tentang suka atau tidak suka, mau tidak mau karena kalau bicara soal demokrasi, maka masukan yang terbaik dan terbanyak itu memang pilihan. Mencari figur tidak harus punya gelar tinggi, seorang peternak besar, tetapi bisa menghidupkan organisasi dan memfungsikan organisasi,” lanjutnya.

H.Djainuri sarankan pengurus berikan pada yang ahli

Masih menurut H.Dajinuri, pengurus organisasi perkutut tidak beda jauh dengan perngurus RT RW, kalau kinerjanya bagus semua diam, sebaliknya kalau jelek diomongkan dan dijadikan bahan cemoohan. “Memilih calon ketua harus yang loyal dan ikhlas nawaitunya, bagaimana menghidupkan organisasi karena komuntias berada pada semua level, mulai bawah sampai atas,” kata H.Djainuri lagi

Baca Juga  Bintang Timur Kembali Jadi Tontonan, Piyik Jebolan IBM Dominasi Kelas Hanging, di Latber Siliragung Banyuwangi

Ketika nanti ketua sudah terpilih, maka pengurus yang akan direkrut, jangan berdasarkan karena kedekatan rasa emosional atau pamrih yang sudah diberikan atas suksesnya menjadi ketua, tetapi pilihlah pengurus yang memang memiliki keahlian dibidang yang akan diberi tanggungjawab.

Artinya pengurus yang nanti dimasing-masing pos, serahkan pada ahlinya. Masukan berikutnya adalah bahwa Program yang sudah dibuat dan disepakati, harus dijalankan, jangan jadikan program hanya sebagai pajangan semata, semisal program ring perkutut. Jika memang sudah disekapati, maka harus dijalankan.

Terlepas dari suka tidak suka, siap tidak siap, jika memang sudah waktunya, ya harus dilaksanakan. Jika hanya menunggu siap, maka sampai kapanpun program tersebut tidak akan bisa terealisasi. Terlepas dari pro dan kontra, jika memang program itu bagus, maka tidak perlu menunggu dukungan dari semua kalangan.

H.Djainuri berharap Figur yang terpilih harus bagus dan tepat.

“Saya kira pro dan kotra adalah hal yang sudah biasa karena seluruh komunitas memiliki misi dan tujuan masing-masing. Tidak perlu menunggu moment pas, maka segeralah dijalankan. Jika kondisi ini dibiarkan, maka tidak ada artinya program tersebut dibuat dan disahkan.

Karena yang pasti tambah H.Djainuri, bahwa kebijakan dibuat untuk memberikan manfaat bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu. Kalau kita sudah punya program untuk manfaat bagi masyarakat, maka untuk apa menunggu persetujuan dari segelintir kelompok.

“Sesekali pengurus memang harus tegas, namun bukan berarti kaku atau sok. Tegas dalam hal ini memberikan edukasi kepada komunitas bahwa ada saat dimana kita harus mendengar dan memahami apa aspirasi dari seluruh lapisan, namun ada juga saat dimana kita harus mengeksekusi program yang menurut kita bagus dan untuk kepentingan dan manfaat orang banyak,” paparnya lagi.

Baca Juga  Bintang Timur dan Sri Minggat, Jadi Referensi Bagi Pemula, di Latber Siliragung Banyuwangi

Lanjutkan Membaca