Bung Tomo Cup 3 Surabaya – Ajang Adu Gengsi Para Bintang Lintas Blok, 3 Amunisi Abah Hudan SMM 911 SF Kunci Sukses Rebut Juara Umum

Gelaran kolosal bertajuk Bung Tomo Cup 3 Surabaya pada Minggu, 20 Desember 2020 kemarin, berjalan cukup sukses dan lancar. Beberapa burung berlabel bintang lintas blok pun tak ingin ketinggalan untuk merasakan kerasnya perjuangan untuk mencapai kasta tertinggi di kelasnya.

Yup benar saja. Gelaran yang dihadiri langsung oleh Dhika Firdian SH, M.Hum selaku penasehat BnR Indonesia yang merangkap sebagai ketua panitia bersama jajaran para petinggi BnR Jatim itu sebenarnya sudah memanas sejak dimulainya kelas pembuka yang start sekitar pukul 10.00 wib, salah satunya di kelas Murai Batu yang juga menjadi kelas bergengsi.

MB Arjun double winner

Dan seolah tak ingin kalah di kandang sendiri, Abah Hudan SMM 911 SF Surabaya menurunkan 3 amunisi andalan yakni Arjun, Marques dan Tanos, yang saat ini emang berada dalam kondisi on fire. Benar saja. Arjun yang 2 pekan sebelumnya sukses menjadi bintang lapangan dengan merebut double winner pada gelaran SMM feat Kober Sf yang dikemas di Pandaan itu kembali membuktikan kualitasnya.

Di sesi Murai Batu Mega Bintang G15 tiket Rp 5 juta, aksi sujud yang menjadi andalan Arjun dalam memuntahkan materi lagu dominan Cililin yang cukup panjang-panjang serta mampu bekerja cukup stabil dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian, mampu menghipnotis juri yang bertugas untuk sepakat menancapkannya bendera koncer.

Taufik (tengah) kawal langsung MB Arjun, Marques dan Tanos raih juara

Bahkan tak cukup sampai di situ, di kelas Murai Batu Harga diri tiket Rp 7,5 juta, Arjun juga tampil totalitas. Meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Joyoboyo besutan WW Angga yang juga mengeluarkan jurus andalannya, namun hal itu tak membuatnya tambah kendor dan justru membuatnya kian tampil mewah yang sekaligus mengantarkannya merebut podium juara.

Menariknya, keyakinan seorang Abah Hudan ternyata tak hanya tertuju pada Arjun saja yang saat itu emang begitu menggelora, tapi juga kepada 2 gaco Murai andalannya. Salah satunya Marques yang performanya tak kalah edannya dengan Arjun, yang sekaligus menjadi modal baginya untuk bisa bertengger di podium juara sesi G36 BnR Indonesia. Sedangkan Tanos yang diturunkan di kelas Merdeka juga turut menambah koleksi tropi juara bagi pria yang sangat bersahaja itu.

Abah Hudan SMM 911 sf rebut juara umum SF

Berkat keberhasilan yang ditorehkan 3 gaco andalannya dengan mempersembahkan 4 tropi juara itulah, ikut menyumbangkan poin tertinggi dan jadi kunci kesuksesan Abah Hudan SMM 911 SF merebut gelar juara umum SF.

AM Holiday tetap tak terbendung

Di sesi Anis Merah juga tak kalah serunya. AM Holiday yang beberapa bulan terakhir ini banyak menjadi topik pembicaraan para kicaumania khususnya Aniser tanah air, kembali menunjukkan topformnya di gelaran yang digebyar di lapangan Lanmar jalan Opak Surabaya. Dari 3 sesi yang diikutinya, 2 diantaranya yakni sesi Merdeka dan Surabaya berhasil mengantarkannya merebut podium juara serta juara 3 di sesi Benteng Benteng.
Keberhasilan Holiday merebut juara di sesi Merdeka saat itu sempat tidak berjalan mulus, karena mendapat serangan hebat dari Red Dragon amunisi Dodiet Kober yang saat itu mengusung bendera Yudi Kontraktor Bali. Namun karena selisih perolehan bendera koncer, akhirnya Red Dragon yang dalam 6 bulan terakhir ini dipegang Dodiet, kinerjanya nyaris stabil di setiap penampilannya.

Kober SF Malang usung Hwamei Hitler dan AM Metallica rebut juara

Kekurang beruntungan Red Dragon yang tak berhasil memboyong tropi juara 1, akhirnya terbayarkan dengan aksi edan dari gaco andalan lainnya yakni Metallica dengan gayanya yang hiper khas doyong saat melantunkan lagu-lagu isian roll speed yang menjadikannya langsung melesat ke puncak teratas sesi Benteng- Benteng. Ditambah lagi dengan tambahan koleksi tropi sebagai juara 2 di sesi Surabaya.

AM Metallica rebut bendera koncer

Hwamei Hitler yang menjadi kesayangan Dodiet juga kembali memamerkan kualitasnya dalam memainkan roll tembak yang cukup panjang-panjang dengan speed rapat plus gayanya yang satu titik, menjadikan langkahnya untuk merebut podium juara di sesi Sobat DF G 36 pun tak terbendung.

CH Rudal raih double winner

Persaingan sengit juga terlihat di kelas Cucak Ijo, terutama ditunjukkan oleh Rudal besutan Mario Tiara BF dan Iconic andalan Aldy Raider Duta Piala Jateng yang sama-sama meraih juara nyeri. Bahkan sempat pula kedua burung tersebut saling serang seperti yang terlihaf di sesi Pahlawan, yang akhirnya dimenangkan oleh Rudal dan sedangkan Iconic harus puas di posisi runner up.

Sempat harus turun peringkat ke posisi dua di sesi lanjutan BnR Indonesia G36 yang tergeser oleh Iconic, Rudal pun akhirnya kembali bangkit di sesi Merdeka dan mengeluarkan semua jurus andalan hingga membuatnya menjadi pusat perhatian juri yang bertugas sekaligus menjadi kunci baginya untuk merebut tahta juara yang sempat lepas darinya.

 

Ndog Balado akhirnya rebut bendera koncer

Di kelas yang sama. Agus Pia Kediri yang selama ini dikenal kerap mencetak burung-burung Cucak Ijo jawara nyaris saja pulang dengan tangan kosong, namun hal itu akhirnya terselamatkan berkat aksi mewah Ndog Balado di sesi Benteng-Benteng yang khas dengan gaya hiper yang ngotot abis sembari mengeluarkan semua materi lagu roll tembak dan durasinya yang panjang-panjang.

“Selama kurang lebih 6 bulan aku pegang, Ndog Balado emang kerap tampil menawan di penampilan kedua atau bahkan saat menjelang hari sudah mulai gelap, ” ujar Agus Pia yang akhirnya pulang memboyong tropi juara ditemani dengan ponakannya Abizar.

Agus Pia kerap cetak Cucak Ijo jawara

Usut punya usut, ternyata saat berlaga di sesi utama atau Sobat DF G36 tiket Rp 1 juta Agus Pia justru menurunkan gaco tergress yang baru ditake overnya pada 3 hari jelang Bung Tomo Cup 3. Cukup beralasan, karena selain memiliki performa yang mirip dengan gaco terdahulunya yakni PK, burung yang diberi nama New PK itu justru memiliki paket yang lebih komplit mulai dari gaya hiper yang ngotot abis, materi lagu rolll tembak plus jeda rapat hingga powernya yang cukup keras. “Ini saya emang lagi mencari-cari setelan yang pas agar New PK bisa tampil maksimal dan stabil, ” ungkap Pia yang akan mempersiapkan 2 gaco andalannya itu menuju Road To Delta Pandawa Sidoarjo pada 27 Desember 2020 mendatang.

Ucapan salut juga patut disematkan pada panitia, karena selain sukses menggelar lomba dengan cukup meriah, namun protokol kesehatan benar-benar diterapkan mulai dari pintu masuk yang dilakukan penyemprotan hingga diwajibkannya pemakaian masker bagi seluruh kicaumania dan kekekmania yang ikut masuk ke dalam lapangan. Ditambah lagi dengan keputusan berani dari panitia untuk menghentikan beberapa kelas tersisa, mengingat hari sudah gelap yang menunjukkan sekitar pukul 17.45 wib. Sebagai tindakan mematuhi peraturan dan himbauan dari pemerintah untuk mencegah penularan wabah Covid 19.

Duta Delta Pandawa juara umum BC

Dan di akhir gelaran,  panitia pun menganugerahkan Duta DeltaPandawa Sidoarjo sebagai juara umum BC dan Abah Hudan SMM 911 SF sebagai juara umum SF.

Desain Fresh Dari TMTN Di Dunia Perburungan

Bagi souvenir kepada WW Angga sang juara Murai Batu Bung Tomo G36

Sementara itu, aksi bagi-bagi souvenir juga ikut dilakukan TMTN Tomntynien kepada para juara 1 di kelas-kelas tertentu mulai dari kdlas Murai Batu Mega Bintang G15, Murai Batu Bung Tomo G36, Kacer BnR Indonesia G36 dan Lovebird umum Mega Bintang G25.

“Sebenarnya kita juga akan membagikan souvenir berupa kaos keren ala TMTN kepada kelas utama Murai Batu BOB G 36, tapi karena kelasnya urung dilaksanakan, maka souvenir dialihkan oleh panitia ke kelas lainnya, ” ujar Wafa owner TMTN Tomntynien.

Product TMTN Diserbu kicaumania

Diungkapkan oleh Wafa, bahwa kehadiran TMTN di dunia perburungan sebenarnya terbilang baru, karena baru 3 kali produk asli Tulungagung ini membuka lapak dan menyediakan souvenir khas perburungan yakni dimulai di Piala Kerajaan Kediri, Malang Satu Titik dan Bung Tomo Cup 3.
Kerennya, meski baru menapakkan kaki di lomba perburungan, namun respon yang ditunjukkan para hobiis terhadap produk TMTN terbilang cukup tinggi. Bahkan Wafa mengaku kalau kaos dengan desain yang disesuaikan pada tajuk lomba itu sangat laris manis, bahkan setidaknya 80 – 90 persen ludes terjual.

Seperti pada gelaran kali ini, produk andalan kaos dewasa dan anak-anak serta topi khas Bung Tomo Cup 3 nyaris ludes terjual semua. Ditambah lagi dengan kaos lainnya yang bernuansa ala dunia perburungan yang banyak juga diserbu oleh kicaumania dan kekekmania yang ikut memadati area lomba.

Wafa owner TMTN Tulungagung

Besarnya minat hobiis terhadap produk TMTN sebenatnya cukup beralasan, karena desain yang dimunculkan pada setiap kaos yang dihadirkan memberi sentuhan baru pada desain kaos dunia perburungan selama ini. “Kami memang mencoba memberi sentuhan penggabungan desain khas racing versus dunia perburungan, yang nuansanya cenderung simpel namun terkesan elegan. Jadi bisa dinikmati semua kalangan, baik anak muda atau pun dewasa, ” ungkap Wafa yang sebelumnya membidik pasar para pecinta otomotif khususnya balap motor.

So, tunggu aja kehadiran produk TMTN di beberapa lomba besar yang akan digelar kedepannya, atau bisa juga datang langsung ke gerai nya di Karang Gayam Desa Wajaklor, kec. Boyolangu – Tulungagung.*

Juara 1 Kacer dapat souvenir TMTN

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here