Bung Tomo Cup 3 Surabaya #2 – Nyaris Hattrik, Hwamei Bianglala Jadi Bintangnya

Raih double winner plus runner up dari 4 kelas Hwamei yang diikuti pada gelaran kolosal bertajuk Bung Tomo Cup 3 Surabaya, 20 Desember 2020 kemarin, menjadikan Bianglala amunisi Mr. Bernard Maks Malang menjadi bintang lapangan di kelas Hwamei.

Keberhasilan Bernard Maks dalam mengawal Hwamei Bianglala meraih prestasi membanggakan di gelaran yang digebyar di lapangan Lanmar jalan Opak no. 09 Surabaya itu bukannya tanpa hambatan. Karena saat turun di kelas Hwamei pembuka sesi Sobat DF G36, burung yang dipegang Bernard sejak tahun 2019 itu masih belum menemukan perform terbaiknya.

Merasa burung andalannya kurang maksimal, akhirnya Bernard pun berusaha untuk membangkitkan kembali performanya dengan menambahkan jangkrik. “Kita akan melihat kondisinya saat di lapangan, jika kurang bagus ya kita perlu menambah setidaknya 2 ekor jangkrik plus memberi 2 ekor jangkrik di 3 sesi sebelum turun, ” celetuk perawat andalan yang diamini pula oleh Bernard, seraya mengatakan bahwa saat perawatan harian juga hanya mengandalkan pemberian jangkrik dan tanpa adanya ulat hongkong maupun kroto.

Yang paling penting menurutnya yakni gimana caranya agar burung tetap tenang saat di lapangan, sehingga saat digantangkan dia akan melampiaskan emosinya dengan mengeluarkan roll speed lengkap dengan lagu-lagu isian yang menjadi andalannya.

Bernard (kanan) kawal Bianglala rebut double winner

Dan benar saja. Barulah saat melanjutkan laga Kedua di sesi BnR Indonesia G36, Bianglala mulai menemukan permainan terbaiknya dalam mengalunkan materi lagu roll speed serta power yang mumpuni dan kinerjanya yang stabil. Tapi sayang, dewi fortuna masih belum berpihak padanya untuk menduduki tahta juara dan karena harus puas sebagai runner up.

Berlanjut di sesi Merdeka, burung yang didapatnya langsung dari importir burung Hwamei dari Vietnam yakni Ahzzara Malang itu langsung menunjukkan kualitasnya. Yang tak hanya mampu memukau publik kicaumania Surabaya saja yang ikut melihat aksi edannya dari kejauhan atau pagar pembatas, tapi para para juri pun merasakan hal yang sama, sehingga keputusan untuk menancapkan bendera koncer sepakat diperuntukkan pada nomer gantangan yang ditempati Bianglala.

Tak cukup sampai di situ. Bianglala ternyata masih menyimpan tenaganya untuk kembali mengeluarkan jurus andalan di kelas Hwamei penutup ataju Hwamei Benteng-Benteng. Dan nyaris sama dengan toprformnya saat turun di sesi sebelumnya, Bianglala semakin pamer kemampuan terbaiknya hingga membuat langkahnya untuk mempertahankan gelara juaranya kian tak terbendung yang turut mengantarkannya untuk bisa bertengger di posisi puncak sesi Benteng-Benteng.

“Kita akan persiapkan Bianglala menuju Road To Delta Pandawa pada 27 Deember 2020 mendatang” ujar Bernard yang akan selalu berburu prestasi dengan mengandalkan beberapa burung top form.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here