Branjangan Impor Pesaing Branjangan Jawa, Nomor 3 Paling Mirip BR Lokal

Kontesburung.com – Burung Branjangan Jawa (lokal -red) selama ini menjadi idola para kicau mania, khususnya di kalangan komunitas Branjangan mesti saat ini keberadaan Branjangan Jawa sudah mulai sulit untuk ditemukan apalagi di alam bebas, bisa dikatakan Branjangan Jawa saat ini yang hidup di alam bebas sudah hampir punah.

Namun sebaliknya, Branjangan jenis impor saat ini lebih mudah di jumpai di Indonesia terutama di pasar-pasar burung. Sehinga terkadang para penggemar burung terutama bagi para pemula menganggapnya itu sebagai Branjangan lokal atau Jawa.

Burung dengan nama latin Mirafra Javanica atau yang sering disingkat BR dikalangan penggemarnya ini belakangan memang lagi naik daun di dunia perlombaan burung berkicau di banding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kini burung BR pun kian diburu oleh penggemar burung berkicau khusunya BR Jawa.

Gambar burung Branjangan Jawa atau lokal.

Branjangan dari negeri seberang saat ini yang marak beredar ada 3 jenis, diantaranya jenis Sanma, Pailing, dan Sonca. Branjangan impor ini juga mampu berkicau dengan baik, bahkan kemampuan kicauannya tak mau kalah jika dibandingkan dengan BR lokal atau Branjagan Jawa.

Karena mempunyai kicauan yang bagus, burung BR impor ini sering menjadi pilihan beberapa kicau mania untuk dijadikan burung master. Karena selama ini belum terdapat kelas khusus lomba Branjangan Impor. Kalaupun ada biasanya diikutsertakan dalam kelas Campuran atau Camlok (campuran lokal).

Jenis Branjangan Sanma.

Berikut tiga jenis burung Branjangan impor yang saat ini marak di pasaran dan menjadi pesaing BR Jawa,

1. Sanma
Sanma masih satu kelompok dengan lark (Alaudidae), dengan genus Alauda. Karena gemar terbang tinggi, di dunia literatur perburungan internasional Sanma disebut Skylark. Jenis ini yang paling dikenal para penggemar burung di Indonesia adalah jenis Sanma oriental atau oriental skylsrk.

Sementara yang sering beredar di pasaran untuk jenis lark ini ada 4 jenis, yakni Sanma Skylark (Alauda arvensis), Sanma Oriental Skylark (Alauda gulgula), Sanma Jepang Skylark (Alauda japonica), dan Sanma Lark (Alauda razae).

Dari 4 jenis lark yang beredar di pasaran itu ada 1 jenis yang dianggap oleh para penghobi burung berkicau yang mempunyai kualitas suara terbaik, yakni Sanma Eurasia atau Sanma Skylark. Meski sebenarnya keempatnya sama-sama memiliki kemampuan yang nyaris sama.

2. Pailing
Jenis ini mirip dengan BR lokal. Pailing atau (Melanocorypha mongolica) mempunyai ciri warna bulu coklat dengan garis hitam melingkar dibagian dadanya dan bermotif coklat batik. Namun bentuk tubuh Pailing lebih besar jika dibandingkan dengan Branjangan Lokal.

Pailing berasal dan hanya bisa ditemukan di negara China, Rusia, dan Mongolia, oleh sebab itu di dunia internasional dikenal dengan nama mongolian lark (Melanocorypha mongolica) masuk dalam keluarga Alaudidae.

Jenis Pailing ada 3, Mongolian lark (ML) Tibetan lark (TL), dan Calandra lark (CL). Ketiga jenis ini memiliki kicauan yang hampir sama, semua mampu berkicau dengan gaya ngeroll dan penuh isian juga lantang. Oleh sebab itu Pailing dikenal sebagai salah satu burung Branjangan yang pintar karena juga mampu meniru suara burung lain dengan sangat sempurna.

Lebih unik lagi, Pailing bahkan bisa memanjangkan bagian lehernya saat mencurigai sesuatu disekitarnya. Saat menunjukkan wilayah teritorialnya, burung ini akan berkicau sambil terbang secara vertikal dengan menghentakkan sayapnya persis Branjangan Jawa.

3. Sonca
Sonca juga dikenal sebagai BR Vietnam, dan dibanding 2 jenis diatas, Sonca adalah jenis Branjangan yang selama ini dinilai memiliki kemiripan yang paling mendekati dengan BR lokal. Karena mempunyai fisik, suara, motif bulu, dan karakter yang hampir mirip dengan BR Jawa. Hanya saja jika dicermati lebih seksama dia memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dibanding BR lokal.

Namun, meski memiliki kemiripan yang paling mendekati, jenis ini belum dapat dipastikan termasuk spesies yang sama dengan Branjangan lokal. Dan hal itulah yang sampai saat ini Sonca masih menjadi perdebatan di kalangan kicaumania Indonesia.

Sonca dibeberapa kalangan penggemar BR masih dianggap merupakan spesies tersendiri dan bukan masuk spesies BR lokal. Karena BR lokal termasuk spesies Mirafra Javanica yang terdapat 16 ras (tiga di antaranya terdapat di Indonesia). Sedangkan Sonca termasuk dalam spesies Mirafra Javanica Williamsoni yang wilayah persebarannya meliputi daerah Kamboja, Myanmar, Laos, China, Thailand, dan Vietnam.

Dengan kemampuan dan ciri-ciri tubuh yang dimiliki Pailing dan Sonca itulah, terkadang para kicau mania ada yang menganggap jenis burung ini sebagai burung BR lokal, sehingga banyak yang kliru saat memilih burung Branjangan.

Itulah sedikit catatan yang kami dapatkan dan kami rangkum dari berbagai sumber terkait Branjangan Impor yang saat ini bisa dikatakan menjadi pesaing burung Branjangan Lokal yang marak beredar di pasaran. Semoga bermanfaat.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here