Basa Basi Hambat Laju Lawan, di H.Tohir Cup II Gresik, Dua Produk Amuse Bersaing Ketat dan Abra Sukses Jadi Pemenang

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Gelaran H.Tohir Cup II Gresik yang dihelat pada Minggu 21 April 2019 menjadi pembuktian Basa Basi, perkutut orbitan Budi SP Semarang. Setelah melalui empat babak penjurian, perkutut ternakan Trimurti Bird Farm Surabaya ini berhasil meraih kemenangan dengan muda tanpa ada kendala.

Iklan ABD
Basa Basi unggul di kelas Dewasa Bebas H.Tohir Cup II Gresik

Tarung dengan menggunakan nomor tiang kerekan 40, Basa Basi mampu memberikan perlawanan dan berhasil menggugurkan aksi yang sempat diperlihatkan oleh lawan-lawannya. Duet perawat nasional Mat Rouf dan H.Ribut diawal penjurian mengaku sudah yakin dengan hasil yang akan diraih.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

“Kondisi Basa Basi saat ini dalam puncaknya, saya yakin hari ini bisa meraih hasil bagus,” jelas Mat Rouf yang diamini H.Ribut. begitu peluit dibunyikan sebagai tanda dimulainya penjurian, Basa Basi langsung unjuk kebolehan. Babak demi babak hasil yang diraih seakan memberi sinyal pada lawan untuk tidak terlalu memaksakan merebut podium pertama karena sudah jelas menjadi miliknya.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Meski demikian Mat Rouf ataupun H.Ribut dengan sabar dan telaten mengawal Basa Basi sampai acara penjurian berakhir. Kemenangan ini adalah yang kedua kalinya secaa beruntun dialami Basa Basi. Sebab pada tarung sepekan sebelumnya dalam Liga Perkutut Bali, Basa Basi meraih hasil yang sama.

Mat Rouf menerima trophy juara untuk Basa Basi dari H.Gunawan

Melihat hasil ini Mat Rouf ataupun H.Ribut mengaku siap memabwa perkutut asuhannya ini menuju Siliwangi Cup Bandung minggu depan. “Insha Allah kami siap berangkat membawa Basa basi dan beberapa burung lainnya. Mudah-mudahan bisa kembali tampil maksimal dan bisa membawa pulang kemenangan,” kata mereka.

Produk Amuse raih dua kemenangan sekaligus di kelas Piyik Yunior

Menyusul diposisi kedua, Joko Samudro andalan H.Reyhan/H.Jay Binuang. Perkutut ternakan Permata Bird Farm ini sempat memberikan perlawanan meski akhirnya harus menyerah. Menempati nomor kerekan 36, Joko Samudra tak bisa melakukan langkah serangan lebih dahyat untuk mematikan langkah lawan.

H.Atro sang pengawal mengaku puas dengan kinerja rawatannya meski harus menunda kemenangan yang menjadi harapannya. “Saya puas meski belum juara, masih ada lomba berikutnya. Kita tunggu saja,” kata H.Atro. Marcopolo amunisi H.Djainuri Sultan Surabaya yang menempati nomor kerekan 31 dinobatkan sebagai peraih podium ketiga.

Abra sukses mengakhiri penjurian di keals Piyik Hanging sebagai juara pertama

Benny Mintarsoo yang mengawal sejak awal mengaku tidak terlalu ambisi untuk membawa perkutut ternakan Janitra menuju puncak. “Marcopolo baru saya ambil dari kandang ternak, jadi rawatan belum maksimal. Rencana mau saya bawa ke Bandung sehingga perlu dilihat dulu kondisinya seperti apa,” papar Benny Mintarso.

H.Gunawan menyerahkan trophy kepada para juara H.Tohir Cup II Gresik

Melihat peluang besar untuk meraih hasil lebih bagus, Benny mengaku siap dan sanggup membawa Marcopolo ke ajang yang lebih bergengsi dengan raihan prestasi lebih bagus lagi. “Mudah-mudahan Marcopolo bisa tampil lebih garang di konkurs Siliwangi Cup Bandung,” harap Benny Mintarso.

Di Kelas Piyik Yunior, dua produk Amuse Bird Farm Bangkalan menempati posisi podium pertama dan kedua lewat performa Raja Ampat yang diorbitkan H.Gunawan Bangkalan dan Andeng andalan Drs.Amirullah Bangkalan. Kemenangan Raja Ampat nampaknya membuat H.Gunawan sedikit bersemangat.

Penyerahan trophy langsung dilakukan oleh Ketua Pengwil P3SI jatim

Pasalnya perkutut yang dikerek pada nomor tiang 60 merupakan satu diantara sekian produk yang digadang-gadang akan menjadi roket yang akan mengorbitkan nama Amuse Bird Farm didunia hobi perkutut tanah air. Raja Ampat diharapkan bisa menjadi pahlawan baginya untuk mengharumkan nama Amuse sebagai peternak yang sukses mencetak produk level atas.

            Begitu juga dengan Andeng yang merupakan andalan Drs.Amirullah yang menempati nomro kerekan 20. produk satu ini memang menjadi amunisi yang selalu membuat dirinya bangga dan selalu bersemangat untuk turun lomba. “Andeng adalah satu diantara jago-jago saya yang selalu membuat saya kangeng turun lomba,” jelas Drs.Amirullah.

Sambutan dilakukan oleh Slamet Jawi Merbok mewakili H.Tohir

            Di urutan ketiga ada Doberman, orbitan Ruddy Akasa Bird Farm Surabaya. Perkutut produk Jimat ini menjadi kebanggaan bagi sang pemilik. Ruddy sendiri dikenal sebagai pendatang baru, namun syarat dengan prestasi. “Saya memang baru main perkutut setahun lalu, namun Alhamdulillah sduah ada beberapa orbitan yagn moncer di lapangan. Semua ini berkat bantuan dan kerjasama antara saya dan Cak Goendul,” jelas Ruddy Akasa.

barisan juri dan perekap siap menjalankan tugas memilih sang juara

            Predikat sebagai pendatang baru tak membuat Ruddy Akasa merasa minder bahkan dirinya bangga dengan apa yang sudah dicapai. Semenatra itu di Kelas Piyik Hanging, Abra milik J.Eko Gresik berhasil meraih hasil bagus. Perkutut bergelang Inases yang digantang pada nomor 118 sukses menghambat lawan-lawannya.

keberuntungan H.Ribut dapat doorprize satu unit sepeda motor

            Disusul kemudian oleh Proklamator milik Benny Mintarso, perkutut ternakan Atlas yang digantang pada nomor 116 sebagai juara kedua. Dan Songo milik Ridho Gresik, hasil ternakan Nofa yang digantang pada nomor 106 sebagai juara ketiga.  

Twister cup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here