Alternatif Yang Bisa Dilakukan Untuk Burung Kacer Giras Menjadi Jinak

kontesburung.com – Banyak kicau mania beranggapan jika kacer dalam kondisi setengah jinak (cumbu lalat) dapat tampil maksimal ketika dilombakan, katanya juga bisa mengurangi potensi mbagong.

Namun jika, burung kacer yang girasnya berlebihan tentu bisa juga mengurangi penampilannya karena bulunya dapat rusak pada saat dia menabrak sangkar, contohnya pada saat Anda mau mengganti pakan atau air, burung kacer jadi grasak grusuk dan bisa merusak bulu-bulunya.

Kebanyakan burung kacer yang masih giras didapat dari bakalan atau hasil tangkapan hutan. Kacer yang giras cenderung sulit jika dirawat. Biasanya, ketika Anda mengganti pakan dan air minum, burung terlihat sangat ketakutan, karena rasa takut yang terlalu berlebihan tak jarang burung menjadi rusak dan menimbulkan stres.

Selain sulit dirawat, kacer yang terlalu giras juga jarang berkicau, kecuali disimpan di tempat sepi, jauh dari aktivitas manusia. Kondisi ini membuat sebagian kicau mania menjadi bete dan tidak sabar sehingga akirnya memilih menukar burungnya dengan yang lain.

Alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi burung giras, yaitu dengan membuat kacer giras menjadi jinak. Tentu tidak ada yang instan. Begitu pula dengan teknik menjinakkan burung kacer. Diperlukan kesabaran dan konsistensi dalam melatih burung.

Menjinakkan burung kacer yang terlalu giras bisa dimulai dengan tahap membuatnya lapar. Namun untuk keaman, terapi lapar dikhususkan bagi burung yang sudah makan voer. Tidak dianjurkan jika burung belum terbiasa makan voer, karena bisa membuatnya mudah sakit dan mati.

Cabut tempat pakan dan minumnya. Selanjutnya, sangkar dibiarkan berada di bawah selama beberapa menit untuk membiasakannya dengan aktivitas manusia (cari tempat yang sering dilalui orang). Jangan pernah lengah mengawasi, risiko terlalu besar seperti serangan, tikus, kucing, atau bahkan digondol maling.

Selanjutnya, mandikan kacer dengan cara disemprot, semprot burung hingga basah kuyup. Penyemprotan hingga basah kuyup merupakan bagian terpenting dalam proses penjinakkan.

Setelah itu, kacer dianginkan beberapa menit agar bulunya kering. Posisi sangkar tetap berada di bawah dan terkena terik matahari.

Setelah bulunya mengering, burung akan merasa lapar sehingga waktunya diberi pakan. Berikan jangkrik dengan menggunakan tangan. Jika burung masih ketakutan, bisa dilakukan dengan bantuan lidi.

Tahap selanjutnya adalah menggantang sangkar burung di tempat teduh, jangan lupa masukkan tempat pakan dan air minum. Biarkan burung tenang dan merasa nyaman.

Ketika sore menjelang malam, sebaiknya burung digantang di tempat yang menjadi aktivitas keluarga. Gantang sangkarnya di ruangan yang dirasa ramai, tapi jangan sampai diganggu atau dimain-mainkan, sehingga burung akan memiliki naluri bahwa Anda dan keluarga bukan makhluk yang akan jadi ancaman baginya.

Menutupi sangkar dengan kerodong tipis, kemudian digantang di tempat yang agak ramai, misalnya pinggir jalan, dekat warung, atau dititipkan pada rekan di pasar (kios burung), juga solusi baik untuk membuat burung cepat jinak.

Jika tahapan-tahapan di atas dilakukan secara rutin, burung kacer bisa menjadi jinak dalam waktu sekitar 2 minggu. Burung yang tidak terlalu giras akan memudahkan perawatan dan burung tidak ragu lagi untuk mengeluarkan suara kicauannya.

Jika burung tetap saja giras, tingkatkan frekuensi mandinya. Kalau semula hanya mandi sehari sekali, bisa ditambah menjadi 2-3 kali dalam sehari dengan cara disemprot hingga basah kuyup. (*)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here