Ajang Silaturahmi Surabaya – Prioritaskan Silaturahmi, 2 Gaco Abah Hudan 911 Tetap Di Jalur Prestasi

Diapit oleh burung-burung berlabel bintang di Jatim, 2 gaco andalan Abah Hudan 911 SF Surabaya masih menempatkan diri di jalur prestasi pada ajang Silaturahmi G20 Murai Batu Surabaya, 28 Juni 2020 kemarin.

Dimulai di kelas pembuka Murai Batu A dengan tiket 1 jeti, MB Arjun yang merupakan juara bertahan setelah keberhasilannya meraih bendera koncer pada Ajang Silaturahmi putaran pertama yang digebyar di gantangan Alami Surabaya pada 14 Juni silam, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai burung papan atas.

Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan pada kondisinya yang on fire, begitu digantangkan MB Arjun langsung mengeluarkan jurus andalan dalam mengalunkan lagu-lagu wajibnya mulai dari Cucak Cungkok, Grejo hingga Kenari, yang disertai dengan shownya yang menawan dan ngotot abis. Bahkan untuk kinerjanya bisa dibilang cukup stabil dalam 15 menit penilaian berjalan.

MB Arjun Runner up

Walau hingga akhirnya hanya meraih runner up, namun tim 911 SF yang dimanajeri oleh Taufiq Wibisono itu mengaku cukup puas dengan penampilan Arjun. Begitu juga dengan gaco lainnya yakni MB Pendekar yang masih tetap mampu meraih prestasi sebagai juara 3 di kelas Murai Batu B.

Meski kali ini belum beruntung mengawal salah satu gaco andalannya meraih posisi puncak, namun Abah Hudan cukup puas dan merasa lebih semangat dengan adanya gelaran yang digagas oleh Tatuk Graha itu. Karena tujuan utama dari gelaran tersebut tak lain adalah memprioritaskan jalinan silaturahmi sesama penghobi, setelah libur pandemi Covid 19 selama kurang lebih 3 bulan.
“Bahkan saya ingin gelaran ini tetap terus dilaksanakan karena memiliki visi dalam menjalin silaturahmi, walau emang ada beberapa hal yang musti dibenahi agar kedepannya menjadi lebih baik,” ujar Abah Hudan.

Prioritaskan seduluran / silaturahmi

Bahkan pria yang selalu nampak bersahaja itu berkeyakinan bahwa jika dalam setiap penyelenggaraannya yang menjadi prioritas utamanya adalah silaturahmi dan tidak ada satu pun juri maupun pemain yang memiliki kepentingan, maka lomba yang menjadi keinginan bersama yakni berjalan nyaman, tenang dan penilaian yang fairplay itu pasti akan benar-benar terwujud.

“Dengan begitu kita akan benar-benar bisa menikmati dunia hobi, dan biarlah burungnya sendiri yang bertarung. Karena sebenarnya saat di lomba, ibaratnya adalah pertarungan atau adu perawatan dan kualitas dari burung itu sendiri,” tutup Abah Hudan.*

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here