Konsistensi GES Enterprise Dengan Sistem Nominasi Terbuka G-24 Mulai Dilirik Investor

Konsistensi GES Enterprise menjalankan sistem nominasai terbuka G-24 juri tanpa kordinasi mulai membuahkan hasil dengan adanya investor yang mulai melirik dengan langsung datang di lapangan lomba Gantangan GES Mulawarman Loa Duri Kutai kartanegara Minggu (2/7/2023). Bahkan tak lama lagi keberadaan investor tersebut siap memback up gelaran GES Enterprise untuk menjalankan roda kompetisi gaya modern yang mulai digandrungi kicau mania.

Memang perjalanan panjang GES Enterprise sebakai pelopor nominasi terbuka G-24 juri tanpa koordinasi di Kalimantan Timur khususnya Samarinda memang patut mendapatkan acungan jempol. Karena sejatinya main dengn nominasi terbuka sistem G-24 ditempat asalnya (Pulau Jawa) dijalnkan selalu dengan tiket besar sehingga roda kepanitiaan bisa berjalan dengan normal. Tetapi di GES Enterprise dengan sistem nominasai terbuka G-24 dibangun berkat loyalitas tinggi karena masih dijalankan dengan sekala latber dan tiket murah. Sehingga hasil yang diharapkan tentu masih dibawah normal.

“Alhamdulillah mas memang teman – teman kru panitia dan juri bekerja dengan loyalitas tinggi, karena kami hanya memainkan sistem nominasai terbuka G-24 hanya kelas latberan saja sehingga hasil yang didapatkan tentu masih dibawah normal,” jelas Erick Owner GES Enterprise.

Ditambahkan pula bahwa sistem Ajuan Rekap Terbuka sendiri bertujuan membuka persepsi positif sebuah “Transparansi” tentang sebuah penilaian lomba burung dengan didukung sistem keterbukaan sehingga mempersempit ruang gerak untuk manipulasi data atau istilahnya mengatrol nilai mentok.

“Jadi sistem yang kami mainkan di GES adalah mengambil foarm penilaian masing-masing Juri kemudian langsung melakukan rekap hasil penilaian di tempat terbuka sehingga peserta juga bisa langsung melihat burung – burung mana yang masuk kandidat penilaian,” tambahnya.


Dari sisi juri adalah melimit jumlah penilaian atau nilai mentok karena peserta juga dibatasi G-24 sesuai jumlah kejuaraan yang didasari dari jumlah peserta dalam seasion itu. Kemudian memberikan penilaian persekutuan masing masing Juri tanpa melakukan komunikasi atau Koordinasi ditengah lapangan. Sehingga kejuaraan disistem G-24 bisa langsung keluar juaranya 1-5 tanpa menunggu lagi dari hasil rekap sehingga bisa lebih efisien waktu. /// afd



