
Genap satu tahun, SKN (Seduluran Kicau Nusantara) sukses menunjukkan eksistensinya di dunia kicaumania khususnya pecinta Murai Batu. Maka tepat pada Minggu (13/2) kemarin, digelar acara special bertajuk 1st Anniversary SKN yang dihelat di gantangan Puspa Agro Sidoarjo.

Sesuai dengan misinya selama ini yang ingin menyebarkan virus positif dalam penyelenggaraan lomba ala SMM (Seduluran Murai Mania), komunitas yang dikomandoi oleh Kemas SKN itu sukses menjadi angin segar bagi kicaumania yang ingin berlomba dengan fairplay dan nyaman terutama bagi pemain akar rumput.
Apalagi dengan menerapkan aturan yang cukup ketat mulai dari keseragaman sangkar, kedisplinan dalam berlomba hingga sistem penilaian yang membuat juri dituntut untuk lebih fokus dan jujur dalam menilai burung, tentu secara tidak langsung akan mengajarkan peserta lebih dewasa dalam berlomba.

Seperti yang terlihat pada perayaan hari jadi yang pertama itu. Selain tertib dan disiplin, tak adanya suara yang ditimbulkan dari para peserta saat penilaian juga menjadikan suasana lomba terasa lebih nyaman, lantaran yang terdengar hanya suara burung peserta yang saling bersautan. Dengan begitu, para peserta juga ikut memantau atau membandingkan sendiri burung-burung yang dipertandingkan mengingat terbatasnya jumlah peserta di semua kelas yang menganut sistem G24.
Ditambah lagi saat itu peserta tak hanya didominasi para pemain papan atas, namun para pemain akar rumput juga tak ingin ketinggalan untuk ikut membuktikan perform gaco-gaco andalannya.
Alhasil, beberapa burung yang tak masuk dalam kandidat juara pun justru sukses memberi kejutan dan membuktikan kualitasnya di kelas yang diikutinya. Yang sekaligus juga mampu menggeser beberapa burung berlabel bintang di podium juara.
Dan sama halnya dengan gelaran yang dikemas SMM, pada gelaran tersebut juga memberikan banyak kepuasan bagi para peserta baik yang sukses bertengger di jalur juara maupun yang belum hoki masuk di daftar para juara.

“Meski SKN ini merupakan anakannya dari SMM dan dengan memiliki konsep yang sama, namun untuk persaingan meraih podium juara tentu sama persis dengan even yang dikemas SMM, karena banyak dijubeli burung-burung terbaik,” ujar Iskandar Tatu SF yang merelakan datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengikuti gelaran SKN.
Dan benar saja. Sempat legowo lantaran sang andalan tidak masuk di 5 besar di tiket 1,1 juta Silaturahmi A, namun akhirnya kesedihannya itu terbalaskan di sesi Silaturahmi B. Berada di nomer gantangan 21, burung yang diberi nama Putra Bintang sukses tampil gemilang.

Dengan mengandalkan gaya sujud-sujud dan durasi full selama 10 menit penjurian, burung yang handal dalam memainkan materi lagu yang cukup komplit itu akhirnya menjadi salah satu kandidat juara. Dan posisi 3 besar pun akhirnya berhasil direbutnya.

Kepuasan dengan gelaran kali ini juga ikut dirasakan Amin Matrix yang mengusung langsung Mascot besutan Cahyo Matrix Malang. Pasalnya turun di 3 kelas, burung yang dikenal unggul dalam melontarkan pukulan-pukulan plus power tembus itu mampu tampil stabil sekaligus sukses menyumbangkan 3 tropi kepada juragannya.

Dimulai sesi Kicau Nusantara, Mascot yang diapit burung-burung yang berada dalam kondisi on fire itu masih mampu menunjukkan kualitasnya dan bertengger di 4 besar. Posisi yang sama yakni berada di urutan nomer 4 juga kembali dirasakannya saat turun di kelas Seduluran.
Kembali diturunkan di sesi Luar Biasa, Mascot yang bersang ketat dengan Mak Paek andalan Abah Zaky, Wanted milik Abah Sofyan, Algojo gaco Hokky Carfeed dan Sukhoi gaco H Wawan Pasuruan, membuatnya justru tampil lebih powerfull dengan mengeluarkan lagu-lagu isian yang dialunkan dengan nada roll tembak. Berkat kestabilannya tersebut, posisi runner up pun berhasil menjadi miliknya.

Sengitnya pertarungan sebenarnya telah dirasakan di sesi pembuka yang juga merupakan kelas utama Anniversary tiket 3,3 juta. Setidaknya hampir separuh dari jumlah peserta yang ikut serta di kelas tersebut berada dalam kondisi terbaiknya, namun perhatian Murailovers saat itu lebih banyak tertuju pada beberapa peserta mulai dari Rock N Roll milik Abah Hudan, Pabrik Kecap amunisi Abah Laleh, Arwana andalan Inda Asa, Solar milik Fiky Tanker dan Jaguar gaco H Wawan. Yang hingga akhirnya posisi tahta juara berhasil direbut oleh Rock N Roll yang disusul Pabrik Kecap dan Arwana.
Dengan suksesnya Arwana di posisi 3, tentu semakin menambah semangat Indra Asa untuk terus mengantarkannya meraih prestasi di berbagai even diantaranya termasuk diantaranya di SMM dan SKN. Menariknya lagi, prestasinya di kelas utama itu juga semakin menambah daftar panjang catatan prestasi Arwana yang sebelumnya juga sukses bertengger di posisi 3 kelas utama SMM feat Superman tiket 11 juta.

Kebanggaan berada di 5 besar kelas utama juga ikut dirasakan Fiky Tanker 86 SF. Solar yang menjadi andalannya waktu itu, mampu memberikan penampilan terbaik. Selain piawai dalam mendubbing lagu-lagu masteran dengan cukup baik, durasi permainan yang stabil dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian menjadikannya sebagai salah satu kandidat juara. Hingga akhirnya dewi keberuntungan berhasil mengantarkannya berada di urutan 4 besar.

Tak cukup sampai di situ. Andalan lainnya yakni Nahkoda juga sukses mengikuti langkah Solar di jalur juara, bahkan tropi juara runner up berhasil diboyong pulang seusai melakukan tugasnya dengan baik di sesi SKN.
Bagi-Bagi HP Dan Doorprize 1 Unit Sepeda Beat

Sementara itu, sebagai bentuk apresiasi atas support yang ditunjukkan para member SKN selama 1 tahun perjalanan komunitas yang konsisten dalam memberantas penjahat gantangan itu.
Maka dengan diwakili Wilson selaku Sekjen SKN dan beberapa pengurus lain membagi-bagi belasan HP dan 1 unit sepeda motor kepada semua member yang telah tersebar di berbagai kota di Jawa Timur diakhor gelaran, dengan cara diundi secara terbuka dan transparan. Tak hanya member lama, namun member baru juga ada yang beruntung kebagian doorprize HP.

Puncaknya adalah pengundian sepeda motor Beat. Dan tak disangka-sangka, nama Abah Yanto lah yang keluar dari kotak pengundian yang dibuka langsung oleh Kemas ketua SKN. Kerennya, perasaan bahagia yang dirasakan Abah Yanto juga ikut dirasakan para member lain, dan ucapan selamat pun berdatangan terus menerus.*



