Pbi kabupaten Kediri Bahas Dunia Perburungan Dengan Anggota Dewan DPRD

Sebagai organisasi perburungan tertua di Indonesia, PBI Kabupaten Kediri merasa perlu untuk menyampaikan visi dan misi secara utuh kepada anggota Dewan DPRD Kabupaten Kediri.
Bertempat di Grand Panglima Resto Kediri, sekitar pukul 19.00 wib pada Sabtu 25 Juli 2020 kemarin, para pengurus PBI Kabupaten Kediri mulai dari Erick Langgeng Mulya (ketua), Dwi Jalu (Wakil Ketua), Agus Pia (Penasehat), Ki Samuri hingga pengurus yang lain, melakukan pertemuan sembari silaturahmi dengan anggota dewan yang diwakili Widyo Harsono (Komisi II) dan Aris Susanto.
“Tujuan kami melakukan pertemuan dengan anggota Dewan tak lain adalah ingin memperkenalkan keberadaan kami sebagai organisasi perburungan yang tergabung dalam PBI Kab. Kediri kepada perwakilan anggota dewa, bahwa kami kini telah ada di Kabupaten sejak bulan Juli 2019 silam,” ujar Agus Pia sembari mengungkapnya maksud dan tujuan dari keberadaan PBI Kabupaten Kediri.
Senada dengan Agus Pia, Erick LM juga mengungkapkan bahwa visi dan misi PBI Kabupaten Kediri tak hanya sebagai penyelenggara lomba burung berkicau seperti yang pernah digelar pada bulan Agustus 2019 silam dengan mengambil tajuk Sri Aji Joyoboyo Cup, tapi lebih kepada mengedepankan pelestarian burung. Hal itu dibuktikan dengan fokus PBI saat ini kepada pelestarian melalui program ring silver, dimana program penangkaranya sendiri dilakukan oleh para penangkar Murai Batu binaan PBI di berbagai daerah khususnya PBI Kabupaten Kediri.
“Meski usia Organisasi kami di Kabupaten Kediri ini baru setahun, namun kami juga telah mengumpulkan sekitar 30 an penangkar Murai Batu se Kediri Raya dan hampir semuanya telah bergabung sebagai penangkar binaan PBI melalui program ring silver,” imbuh Dwi Jalu seraya mengatakan bahwa saat melakukan pemaparan program ring silver kepada penangkar saat itu dihadiri pula perwakilan dari BKSDA Karesidenan Kediri, Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan hingga dokter hewan.
Diungkapkan pula oleh Samuri, bahwa begitu banyak manfaat yang bisa dipetik dari keberadaan organisasi perburungan tertua yang telah berdiri sejak tahun 1973 itu. Karena dengan adanya program ring silver, setidaknya dapat melestarikan keberadaan burung-burung yang nyaris punah di habitatnya, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para penangkar burung khususnya Murai Batu.
“Medianya tentu saja melalui perlombaan burung berkicau, karena dengan adanya lomba burung akan lebih meningkatkan nilai jual burung hasil tangkaran. Bahkan di semua even PBI sendiri, keberadaan kelas Murai Batu ring silver menjadi salah satu kelas bergengsi karena mampu mengangkat nama bird farmnya masing-masing,” celetuk Ki Samuri seraya berucap bahwa pelepasan burung ke alam liar telah menjadi agenda wajib yang selalu dilakukan di setiap lomba burung yang dikemas PBI.
Tak cukup sampai di situ. Dengan adanya lomba burung, beberapa sektor juga ikut terangkat. Mulai dari penyedia hotel, pengrajin sangkar, pengrajin kerodong, konveksi, industri percetakan, industri pakan hingga vitamin burung sampai pedagang-pedagang kecil di sekitar area lomba juga ikut merasakan keberadaan semaraknya dunia perburungan tanah air. Alhasil, sedikit banyak hal itu mampu membuka peluang kerja dan bahkan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Selain itu, keberadaan lomba burung di suatu daerah juga berperan sebagai wadah promosi pariwisata di daerah masing-masing dan begitu juga di Kabupaten Kediri.

Respon positif pun ditunjukkan Widyo Harsono karena dengan adanya pertemuan kali ini, ketua komisi II DPRD Kabupaten Kediri itu bisa mengetahui secara gamblang tentang visi dan misi dari organisasi perburungan PBI Kabupaten Kediri itu. Karena tak hanya sekadar sebagai penyelenggara lomba, tapi juga melakukan pelestarian melalui pembinaan-pembinaan kepada para penangkar hingga berimbas pada promosi pariwisata.
“Jadi kedepannya kita ingin mengundang dinas terkait salah satunya Dinas Pariwisata, gimana caranya memajukan pariwisata dengan ide melalui lomba burung berkicau,” ujar pria yang akrab disapa Harsono itu seraya mengatakan bahwa sebelumnya diharapkan PBI Kabupaten Kediri juga melakukan pembinaan kepada sektor lain mulai dari pengrajin sangkar, pengrajin kerodong, peternak jangkrik, ulat dan lain-lain, agar bisa memperkuat ide atau pun usulan kepada pemerintah.
Hal senada juga diutarakan Aris Susanto, bahwa sebaiknya segala maksud dan tujuan dari PBI Kabupaten Kediri ini dibukukan secara jelas. “ Jadi selain untuk membantu mensukseskan kegiatan positif ini, juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya mulai dari para pengrajin sangkar dan kerodong, peternak jangkrik dan ulat hingga para pedagang kali lima di sekitar area lomba,” tutupnya.*



