Sabtu Ceria Bagero Singing Contest di GP2S: Ditinjau Peternak LB Terbesar Manila, Susanti, Kaba-kaba dan Paijo Terbaik

Event Sabtu Ceria Bagero Singing Contest yang digelar, 26 Januari 2019 di gantangan Pasar Burung Satria Denpasar terasa istimewa dari biasanya. Pasalnya, Sabtu kemarin kedatangan peternak love bird terbesar dari kota Manila Filipina Mr. R Gonzales bersama rombongan peternak love bird Bali.

Mr. Gonzales hadir di tengah-tengah gelaran latber special love bird ingin melihat dari dekat bagaimana prosesi love bird singing contest di Indonesia. Di Manila saat ini baru berkembang lomba love bird warna. Gonzales yang saat ini sedang mengembangkan love bird warna, ingin mengembangkan singing contest di Manila seperti yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia, khususnya di Bali.

Mr. Budi Bagero yang mendampingi saat latber berlangsung mengatakan Mr. Gonzales sangat terkesan dengan love bird singing contest, baik antusias peserta, maupun juri yang begitu focus menilai satu per satu love bird yang berbunyi. ‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada ibu Liza dkk yang sudah mengajak Mr. Gonzales melihat dari dekat lomba love bird kekean di sini,’’ ujar Mr. Budi.
Walaupun kedatangan tamu dan melihat dari dekat, namun juri dari MII/KPK tetap focus untuk menentukan yang terbaik. Di sesi pembuka kelas paud A, Kaba-kaba milik Kocix dari Kesiman SF sukses memetik kemenangan setelah bersaing ketat dengan Salju milik Mbah Gondrong. Namun di leg kedua, Bajang Koplak milik Mr. Ito berhasil mengambil alih posisi, menyingkirkan Kaba-kaba ke tempat kedua.

Di leg ketiga giliran Si Komo milik Wafa Adi dari Reinbow BC yang naik podium. Selain kekeannya yang panjang juga rajin. Si Komo dibayang-bayangi Kaba-kaba yang bertahan di posisi kedua. Namun di laga keempat, Kaba-kaba kembali naik podium utama sekaligus dinobatkan sebagai paud terbaik.

Di kelas love bird dewasa, Badut milik 2 Big Brother sempat memimpin di leg pertama. Namun di leg kedua yang full peserta Susanti debutan Marcel dari Lastrik BC sukses duduk di depan. Susanti tidak saja sempat memuntahkan kekean P1 tetapi juga rajin memainkan kekean medium. Susanti bersanding dengan H Mona milik Hadi yang sempat dua kali ngekek panjang p1 dan p2. Di laga ketiga, Jersi milik Gede dari Bojig Bali berhasil mencuri satu poin setelah menunjukkan perfomanya. Susanti yang tidak saja memiliki kualitas kekean panjang dan juga rajin sepanjang penilaian ditetapkan sebagai love bird dewasa terbaik.

Di kelas baby, Paijo milik Budi dari Lebah SF sempat unggul di leg pertama dan sebagai runner up di leg kedua. Paijo yang mengantongi 150 poin ditetapkan sebagai baby terbaik.
Mr. Budi mewakili panitia dan juri dari MII/KPK mengucapkan terimakasih kepada seluruh love bird mania yang sudah setia hadir seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3




